Cok Ace Kembali Jadi Ketua PHRI Bali

Denpasar (bisnisbali.com) – Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace kembali terpilih sebagai Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (BPD PHRI) Bali. Wakil Gubernur Bali ini dipercaya untuk memimpin organisasi terbesar di sektor pariwisata tersebut untuk periode 2020-2025.
Dalam Musyawarah Daerah (Musda) XIV BPD PHRI Bali yang mengusung tema “Posisi dan Peran PHRI dalam Mengimplikasikan Nangun Sad Kerthi Loka Bali”, Cok Ace terpilih secara aklamasi.
Cok Ace mengatakan pelaku usaha di sektor pariwisata harus bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19. Dengan mampu beradaptasi maka pelaku usaha dapat mempertahankan bisnis di tengah pagebluk corona.
Ia pun menyebutkan metode baru dalam proses pemasaran juga wajib menjadi pertimbangan seluruh pengusaha ataupun pengelola badan usaha hotel dan restoran. Termasuk siap perubahan paradigma dan tren. Karenanya harus ada langkah nyata dalam bentuk promosi dan advertising, yang kontennya disesuaikan dengan kondisi saat ini.
“Itu semua tujuannya untuk mempercepat pemulihan kepariwisataan Bali dengan mendatangkan wisatawan,” katanya di Royal Pita Maha, Kedewatan, Ubud, Jumat (18/12).
Cok Ace pun menilai, paket maskapai penerbangan dan hotel akan menarik minat calon wisatawan. Paket tersebut dapat memberikan harga terbaik bagi para pelancong, terutama disituasi pandemi Covid-19 ini.   
Hal itu selaras dengan pernyataan Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat (BPP) PHRI, Hariyadi Budi Santoso Sukamdani usai membuka musda dengan penerapan protokol kesehatan. Hariyadi berharap, Ketua PHRI Bali dapat menjaga soliditas organisasi. Organisasi yang solid disebut menjadi modal untuk mencari jalan keluar dalam upaya pemulihan kepariwisataan Bali.
Ia pun menyebutkan untuk mendukung percepatan pemulihan pariwisata harus ada terobosan bisnis dari pengurus dan anggota BPD PHRI Bali. Salah satunya melakukan kerja sama dengan maskapai penerbangan seperti di pusat kerja sama dengan Air Asia.
Menurutnya Air Asia punya inventory kursi pesawat, sedangkan PHRI punya inventory kamar. “Kita jual dengan harga terbaik ke masyarakat. Jadi kita mau dorong masyarakat untuk berani traveling, harganya memang menarik, karena dibundling atau dipaketkan,” jelasnya.*r

BAGIKAN