Ciptakan Pelaku UMKM Tangguh, Badung Siagakan ”Klinik UMKM”

UNGGULAN - Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Badung Made Widiana didampingi Kabag Humas Made Suardita saat jumpa media terkait program-program unggulan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Nyoman Giri Prasta, S.Sos. dan Wabup Drs. Ketut Suiasa, S.H., Badung senantiasa membuat gebrakan-gebrakan strategis yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat Badung. Khusus untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Badung tak tinggal diam. Badung senantiasa memberikan pendampingan lewat Klinik UMKM. Apa saja yang didampingi?

SAAT jumpa media,  Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Badung Made Widiana didampingi Kabid UKM Gusti Ayu Agung Suartini dan Kabag Humas Made Suardita menyatakan, Klinik UMKM merupakan terobosan Badung dalam rangka menggairahkan dan menguatkan pelaku UMKM di bumi keris. “Klinik UMKM memberikan sejumlah pendampingan yang diperlukan oleh pelaku usaha terutama pemula,” katanya.

Pertama, ujar mantan Camat Kuta Selatan itu, Klinik UMKM memberikan pendampingan terhadap kemasan produk UMKM. Saat ini dan sebelumnya, tegasnya, kemasan produk UMKM menjadi titik lemah sehingga kurang diminati konsumen. Selama ini banyak produk UMKM yang dikemas seadanya seperti untuk produk makanan dan minuman serta kerajinan seperti dupa.

Karena kemasan ala kadarnya, katanya, produk ini kurang dilirik konsumen walaupun dari sisi kualitas cukup bagus. “Karena itulah, Klinik UMKM memberikan pendampingan dalam hal kemasan sehingga produk menarik dari sisi penampilan,” katanya.

Untuk tujuan ini, katanya, Klinik UMKM menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai bidang kemasan. Tenaga inilah yang nantinya memberikan masukan kepada UMKM terkait dengan kemasan.

Selanjutnya yang menjadi atensi Klinik UMKM di Badung, kata Widiana, menyangkut hak kekayaan intelektual (HKI) dari pelaku UMKM. Saat ini, katanya, banyak pelaku UMKM yang belum paham mengenai HKI ini. “Karena tak paham, banyak pelaku UMKM yang tidak mengurus HKI-nya. Yang terjadi justru banyak produk UMKM di Badung ditiru bahkan diklaim oleh pihak lain. Ini jelas merugikan pihak UMKM,” katanya.

Untuk tujuan ini, ungkapnya, Klinik UMKM memberikan sosialisasi mengenai pentingnya kepengurusan HaKI oleh UMKM termasuk di dalamnya bagaimana mengurusnya secara teknis. “Kami memberikan pendampingan kepada UMKM yang ingin mengurus HKI,” ungkapnya sembari menambahkan, setiap hari ada puluhan UMKM yang datang ke Klinik UMKM untuk memperoleh pendampingan.

Cukupkah sampai di sini? Ternyata tidak. Badung juga memiliki program dalam mencetak entrepreneur muda atau startup-startup baru. Setiap tahun, pihaknya menjaring 35 orang yang berasal dari sekolah menengah kejuruan (SMK) dan mahasiswa. “Mereka selanjutnya dimagangkan di Prasetya Mulya Jakarta,” katanya.

Setelah menjalani masa magang, 35 orang ini disaring lagi untuk mendapatkan calon-calon wirausaha baru yang serius. Calon-calon yang lolos inilah selanjutnya diinkubasi selama 7 hari penuh untuk digembleng menjadi wirausaha muda tangguh.

Setelah selesai menjalani masa inkubasi, tegas pejabat asal Dalung ini, calon wirausaha ini memperoleh dana motivasi Rp 10 juta sebagai modal awal mendirikan usaha. Saat ini sudah banyak pelaku usaha yang berhasil dicetak lewat program pemagangan ini.

Dia mencontohkan pengusaha jamur di bilangan Penarungan Mengwi. “Saat ini pengusaha ini mengembangkan usahanya dengan membuat produk baru yakni pizza jamur,” katanya.

Yang lain ada pengusaha sambel mantu di bilangan Dalung Permai. Pengusaha ini juga cukup sukses mengelola usahanya dan berawal juga dari program pemagangan. Ada juga pengusaha dupa dan sebagainya.

Selain Kadis dan Kabag Humas, acara ini juga dihadiri Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan IB Putra Yudana, Kabid Perdagangan Ketut Soedharma, Kabid Bina Lembaga Koperasi (BLK) Made Sada, dan Kabid Bina Usaha (Binus) AA Anik. *sar/adv

BAGIKAN