Cegah Penyebaran COVID-19, Unwar Laksanakan Pembelajaran Daring  

Menyikapi merebaknya Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19), Rektor Universitas Warmadewa, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP & E.,Sp.,ParK., melalui rapat akademik memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran daring, mulai Selasa (17/3) selama 3 minggu.

Denpasar (bisnisbali.com) –Menyikapi merebaknya Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19), Rektor Universitas Warmadewa, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP & E.,Sp.,ParK., melalui rapat akademik memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran daring, mulai Selasa (17/3) selama 3 minggu. Unwar juga membentuk satuan tugas (satgas) penanggulangan corona.

Dewa Widjana mengatakan keputusan tersebut diambil guna menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia tanggal 15 Maret 2020 untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) dengan memulai mengurangi aktivitas di luar rumah, Surat Edaran Kementerian Pendidikan Nomor 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Corona virus Disease (Covid-19) pada Satuan Pendidikan, Surat Sekjen Dikbud tertanggal 12 Maret 2020 tentang penundaan penyelenggaraan acara yang melibatkan banyak peserta dari daerah dan mempertimbangkan perkembangan terkini penyebaran Corona virus Disease (Covid-19), dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7194 Tahun 2020 tentang panduan tindak lanjut terkait pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.  Universitas Warmadewa (Unwar) “merumahkan” seluruh mahasiswanya selama 3 minggu. Namun, proses pembelajaran masih tetap dilaksanakan berbasis online ( daring).

Didampingi para Wakil Rektor seusai rapat koordinasi di ruang rapat Rektor, Dewa Widjana menyampaikan sejumlah kebijakan yang dituangkan dalam surat edaran nomor 663/ UNWAR/ PD-10/ III/2020, diantaranya, tidak meliburkan pembelajaran, tetapi mengurangi pembelajaran face to face. Sehingga, proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi secara daring atau berbasis online. Mengalihkan penyelenggarakan pembelajaran yang tidak mungkin dijalankan secara daring, seperti praktikum, kerja praktik, praktik kerja, dan aktivitas lainnya. Menunda pelaksanaan program atau aktivitas yang melibatkan banyak orang atau pihak luar Universitas, seperti seminar dan kuliah umum. Membatasi mobilitas sivitas akademika dalam dan luar negeri dalam bentuk perjalanan dinas keluar negeri atau keluar kota, kecuali kegiatan mendesak.

Rektor juga mengimbau kepada seluruh sivitas akademika Unwar untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan Covid-19 dengan menjaga kesehatan diri dan lingkungan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. “Kita memilih untuk menghindari proses pembelajaran tatap muka atau face to face, tetapi menggunakan sistem daring atau berbasis online paling tidak selama 3 minggu ke depan. Kemudian kita akan evaluasi setelah habis 3 minggu itu tergantung dari kondisi global, nasional, maupun lokal terhadap penyebaran virus corona tersebut,” tandasnya.

Dikatakan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 di kalangan kampus, Unwar membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang perannya mengkoodinasikan seluruh potensi yang ada di Unwar. Satgas ini akan memberikan pelayanan kepada civitas adakemika agar terhindar dari paparan Covid-19. Bahkan, secara reguler Satgas ini akan menyemprotkan disinfektan dan meningkatkan sanitasi lingkungan di Kampus Unwar. “Kita juga sudah memproduksi sendiri hand sanititizer yang akan diberikan kepada seluruh civitas akademika Unwar,” tandasnya.

Sementara Yayasan Kesejahteran Korpri Propinsi Bali, per 2 Maret 2020, telah mengeluarkan surat edaran nomo 183/Yas.Korps/III/2020 yang berisi himbauan agar sivitas akademika Unwar menangguhkan perjalanan dinas ke luar negeri. Bagi yang baru datang dari luar negeri khususnya negara yang terinfeksi untuk melakukan self isolated selama 14 hari. Serta menginginkan untuk melaksanakan gaya hidup sehat.*pur

BAGIKAN