Cegah Pendapatan Merosot, Lakukan Langkah Strategis

Merebaknya virus corona dan imbauan Pemerintah Tiongkok agar warganya tak bepergian ke luar negeri membuat waswas banyak kalangan.

Mangupura (bisnisbali.com) –Merebaknya virus corona dan imbauan Pemerintah Tiongkok agar warganya tak bepergian ke luar negeri membuat waswas banyak kalangan. Salah satunya karena pendapatan Badung dari pajak hotel dan restoran (PHR) berpeluang merosot akibat pembatalan kunjungan khususnya dari turis Tiongkok.

Hal ini dirasakan Wakil Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa, S.H. Untuk itu, politisi Partai Golkar tersebut mendesak Pemkab Badung melakukan langkah-langkah strategis.

Rasa waswas ini wajar dirasakan karena wisatawan Tiongkok saat ini menduduki peringkat kedua datang ke Badung setelah Australia. Setiap harinya rata-rata ada 3.300 wisatawan Tiongkok ke Bali khususnya Badung. Pada 2019, jumlah wisatawan Tiongkok ke Badung tercatat 1.196.497 orang. Selain 15 penerbangan reguler Bali-Tiongkok, kedatangan wisatawan Tiongkok juga berasal dari pesawat carter yang volumenya 20-25 penerbangan sewa setiap harinya.

Langkah strategis yang dimaksud Plt. Ketua DPD II Golkar Badung tersebut, pemerintah harus mencari pengganti wisatawan Tiongkok ke wilayah lainnya seperti Eropa dan Asia lainnya. “Kalau Tiongkok benar-benar mematuhi imbauan pemerintahnya, ini harus dicarikan pengganti sehingga pendapatan Badung khususnya tidak melorot drastis,” katanya.

Langkah strategis yang bisa dilakukan dengan menggencarkan promosi wisata dengan menyasar wilayah-wilayah gemuk wisatawan.

Hal ini harus bisa dilakukan lewat kerja sama dengan stakeholder pariwisata. “Stakeholder pariwsata harus dilibatkan untuk memikirkan langkah-langkah atau strategi lainnya,” tegasnya.

Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) Bali Kabupaten Badung ini juga mempertanyakan kesiapan Badung jika ditemukan kasus corona. Apakah rumah sakit yang ada sudah mampu memberi penanganan seandainya kasus corona ini ditemukan.

Kesiapan ini, tegasnya, sangat dibutuhkan dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada wisatawan. “RS harus sudah siap menangani kasus corona apabila ditemukan,” ungkapnya. *sar

BAGIKAN