Cegah Kerumunan, Fasum Dipasangi ’’Police Line”

Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Tabanan makin memperketat pengawasan protokol kesehatan (prokes) di tempat fasilitas umum (fasum) dengan memasang garis polisi (police line) untuk mencegah penyebaran virus corona.

’’POLICE LINE’’ - Penutupan sementara gedung kesenian I Ketut Maria dengan police line.

Tabanan (bisnisbali.com) –Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Tabanan makin memperketat pengawasan protokol kesehatan (prokes) di tempat fasilitas umum (fasum) dengan memasang garis polisi (police line) untuk mencegah penyebaran virus corona. Ini dilakukan karena meski sejak 11 Januari lalu fasilitas umum ditutup, di beberapa tempat masih tetap terjadi kerumunan.

 “Sebenarnya sejak diberlakukan PPKM sudah ditutup, tetapi di sejumlah fasilitas umum khususnya Gedung Maria dan Panggung GWA masih saja ditemukan kerumunan. Oleh sebab itu terpaksa ditutup dengan dipasangi police line,” tutur  Sekretaris Satgas Covid-19 Tabanan I Gede Susila, Minggu (31/1) kemarin.

Penutupan fasilitas umum seperti lapangan, gedung kesenian serta lapangan di kecamatan dan di desa dilakukan sejak PPKM diberlakukan. Akan tetapi karena masih banyak ditemukan kerumunan, gedung kesenian Ketut Maria dan GWS dipasangi garis polisi. ‘’Kasus Covid-19 masih tinggi, maka kepada masyarakat Tabanan  yang hendak berolahraga bisa dilakukan di rumah masing-masing atau di tempat yang minim kerumunan,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba menegaskan, Satgas Covid-19 memasang police line di areal gedung kesenian I Ketut Maria dan panggung GWS sejak Sabtu (30/1). Seluruh fasilitas umum mulai dari Lapangan Alit Saputra, lapangan umum di kecamatan dan di desa juga ditutup. Seluruh fasilitas umum tersebut akan dipasangi banner larangan beraktivitas untuk mencegah kerumunan. Pemasangan banner ini untuk mengingatkan kembali masyarakat agar tidak sampai berkerumun.

Pengawasan prokes ini juga dilakukan pada momen Banyu Pinaruh dengan sasaran kawasan Pantai Kedungu, Desa Belalang, Kecamatan Kediri. Sebab, meski sudah diimbau agar tidak melakukan aktivitas ke pantai pada momen Banyu Pinaruh seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Tabanan, beberapa pantai tetap saja dikunjungi masyarakat khususnya Pantai Kedungu. “Menyikapi itu, kami bersama Satgas Covid-19 melakukan antisipasi dengan melakukan rapid test antigen pada pengunjung,” tegasnya.

Total 32 orang diambil secara sampel yang merupakan pengunjung dan pedagang di kawasan Pantai Kedungu untuk dilakukan rapid tes. Hasilnya, ke-32 orang sampel tersebut negatif Covid-19. *man

BAGIKAN