”Cash Ratio” Minimal 10 Persen, BPR Gotong Royong Siapkan Dana Talangan

DPK Perbarindo Bali bersama Bali TV  Kelompok Media Bali Post  (KMB), Selasa (7/7) menyelenggarakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang dikemas apik dalam Talk Show Merah Putih bertempat di aula BPR Parasari Sibang.

Mangupura (bisnisbali.com) –DPK Perbarindo Bali bersama Bali TV  Kelompok Media Bali Post  (KMB), Selasa (7/7) menyelenggarakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang dikemas apik dalam Talk Show Merah Putih bertempat di aula BPR Parasari Sibang. Talk show ini dikemas apik dengan tiga narasumber bersama pengurus DPK Perbarindo Badung serta perwakilan masyarakat penerima bantuan sembako dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Ketua DPK Perbarindo Badung, Agus Prima Wardana menyampaikan, pada saat menerapkan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baik fungsi kepatuhan, manajemen risiko, serta kewajiban penguatan modal inti bank perkreditan rakyat (BPR) dihadapkan masalah pandemi covid-19. Di tengah pekerjaan rumah (PR) yang masih harus diselesaikan, dengan komando DPK Perbarindo Badung dan DPD Perbarindo Bali, 48 BPR di Kabupaten Badung secara bergotong royong dengan kekuatan penuh berupaya menghadapi semua masalah yang muncul saat pandemi covid-19.

Permasalahan yang muncul saat covid-19 antara lain penguatan likuiditas BPR dengan cash ratio BPR minimal 10 persen sesuai imbauan OJK pascapandemi covid-19 masih menjadi pekerjaan rumah (PR).

Untuk penguatan likuiditas, BPR di DPK Badung telah membentuk Tim Satgas Gotong Royong Covid-19 DPK Perbarindo Badung. Tim ini bertugas menyiapkan dana talangan bersama untuk membantu BPR yang kesulitan dana likuiditas atau memiliki cash ratio di bawah 10 persen.

BPR di DPK Badung juga membantu para nasabah khususnya debitur terdampak covid-19. Pemberian keringanan kepada debitur BPR ini mengikuti ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.11/POJK.03/2020 terkait Stimulus Dampak Covid-19.

Agus Prima Wardana menyampaikan, dalam masa pandemi Covid-19, BPR di DPK Perbarindo menunjukkan kepedulian membantu masyarakat dan nasabah terdampak covid-19. BPR di DPK Badung telah menyalurkan 8 ton beras, mi instan dan minyak goreng yang dikemas lebih dari 1.500 paket sembako untuk krama Badung.

Wakil Ketua DPD Perbarindo Bali, AA Ngurah Sudiptha Panji yang juga Wakil Ketua Satgas Covid-19 Perbarindo Bali menyampaikan, dalam menghadapi pandemi covid-19, DPD Perbarindo Bali membentuk Tim Satgas Covid-19 Perbarindo Bali. Tim Satgas Covid Perbarindo Bali bertugas menyampaikan semua regulasi pemerintah kepada 143 BPR se-Bali melalui DPK Perbarindo se-Bali.

Tim Satgas Covid-19 juga berkoodinasi DPR RI, BI, OJK, serta Tim Percepatan Penanganan  Dampak dan Pemulihan Covid-19 Provinsi Bali, bank linkage termasuk BPD Bali selaku Apex BPR. Melalui pendekatan dengan berbagai komponen tersebut, Tim Satgas Covid-19 Perbarindo Bali menentukan langkah BPR di Bali dalam menyelesaikan permasalahan dalam pandemi covid-19 seperti penguatan likuiditas serta perbaikan layanan BPR secara spesifik saat covid-19.

Ketua Tim Literasi dan Inklusi Keuangan DPK Perbarindo Badung, Nengah Sutha Semadi mengatakan, selain melalui Talk Show Merah Putih dalam pandemi covid-19, BPR secara bersama melalui DPK Perbarindo Badung melakukan kegiatan literasi dan inklusi keuangan secara virtual kepada masyarakat secara umum. Tim Literasi dan Inklusi Keuangan DPK Badung berkolaborasi dengan kesenian wayang Cenk Blonk.

Semua materi edukasi dan literasi keuangan DPK Perbarindo Badung disampaikan dalam hiburan pertunjukan Wayang Cenk Blonk. Vidio edukasi dan literasi keuangan DPK disebarkan ke masyarakat melalui berbagai media sosial sehingga masyarakat Badung dan masyarakat Bali secara umum memahami produk dan memanfaatkan produk di BPR.

Masyarakat sangat aman menempatkan dana di BPR karena dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan BPR dalam operasionalnya diawasi oleh OJK.

Nengah Sutha Semadi menambahkan, berdasarkan hasil survai OJK 2019 tingkat literasi masyarakat sudah mencapai 38,03 persen dan tingkat inklusi masyarakat mencapai 76,19 persen. Ini menunjukkan program edukasi dan literasi keuangan yang dilakukan BPR secara otomatis mampu meningkatkan tingkat inklusi masyarakat. Terbukti dengan peningkatan penggunaan produk BPR termasuk peningkatan kepercayaan masyarakat kepada BPR di Kabupaten Badung. *kup

BAGIKAN