’’Cargo Flight’’ Denpasar-Hongkong Direspons Positif

Sejumlah eksportir komoditi hasil pertanian di Kabupaten Tabanan menyambut antusias dibukanya penerbangan perdana cargo flight Denpasar-Hongkong yang dilepas oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan direncanakan akan berlanjut satu kali setiap minggu.

Tabanan (bisnisbali.com) –Sejumlah eksportir komoditi hasil pertanian di Kabupaten Tabanan menyambut antusias dibukanya penerbangan perdana cargo flight Denpasar-Hongkong yang dilepas oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan direncanakan akan berlanjut satu kali setiap minggu. Betapa tidak, kondisi tersebut diyakini akan membantu pemasaran produk lokal, sekaligus mencegah anjloknya harga pada musim panen.

Direktur PT Bagus Segar Utama sekaligus eksportir manggis, I Wayan Artika, di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan Tabanan, Senin (9/11) kemarin, mengungkapkan, pihaknya menyambut baik upaya pemerintah Provinsi Bali dengan membuka penerbangan perdana cargo flight Denpasar-Hongkong belum lama ini. Sebab, selama pandemi Covid-19 para eksportir mengalami hambatan untuk transportasi kargo penerbangan pada penjualan komoditi ekspor ke negara tujuan.

“Dibukanya cargo flight Denpasar-Hongkong, tentunya kami sambut baik. Dan terkait hal tersebut kami juga sudah diinfokan sebelumnya untuk bisa memanfaatkan dengan mengisi produk buah hasil pertanian lokal,” tuturnya.

Dia memastikan peluang tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan melakukan penjajakan buyer, khususnya nanti pada saat musim panen manggis yang terjadi mulai pada Februari mendatang dengan menjajaki buyer di negara tersebut. Di sisi lain, dia menyebutkan, selama ini untuk volume ekspor manggis hasil petani Tabanan ke Hongkong tidak banyak. Dominan ekspor manggis dari Tabanan ini tertuju pada pasar Tiongkok yang pada pandemi Covid-19 ini akibat terhambatnya penerbangan kargo ke negara tersebut dialihkan melalui jalur laut dan transit alias melibatkan negara pihak ketiga.

“Penerbangan kargo langsung ke Tiongkok ini masih terhambat hingga kini karena dampak dari pandemi Covid-19 ini. Padahal potensi manggis cukup besar, sehingga kami rata-rata pasok hingga 16 ton di antaranya untuk mengisi pasar Guangzhou, Shanghai, dan Beijing,” tandasnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Bali juga bisa memfasilitasi penerbangan kargo langsung dari Denpasar ke Tiongkok. Upaya tersebut sekaligus untuk menyikapi permasalahan ekspor selama ini, yakni ketika ekspor ke Tiongkok ditempuh melalui jalur laut berpotensi berdampak pada menurunnya kualitas barang karena lamanya waktu perjalanan ke negara tujuan. Sementara ketika ekspor ke Tiongkok ini dilakukan dengan transit sebelum menuju ke negara tujuan, maka barang juga berisiko rusak karena proses handling cargo di bandara dan potensi terhambat karena delay waktu penerbangan. “Tahun ini karena dampak pandemi Covid-19 ekspor langsung cargo penerbangan ke Tiongkok, terakhir terjadi pada April lalu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Ir. I Nyoman Budana mengungkapkan, ada banyak komoditi pertanian Tabanan yang berpotensi bisa menembus Hongkong. Potensi tersebut bahkan tidak hanya berlaku pada sejumlah komoditi hasil perkebunan seperti manggis dan kopi, namun potensi yang besar juga dimungkinkan dari komoditi hortikultura.

“Tabanan memiliki sejumlah komoditi sayur-sayuran berkualitas ekspor dan sebelum pandemi Covid-19 terbukti banyak diserap oleh kalangan hotel dan restoran di Bali. Potensi itu tentunya berpeluang juga untuk tembus pasar ekspor,” tandasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan menggenjot pendampingan ke petani sekaligus dalam rangka memenuhi syarat sebagai komoditi ekspor. Upaya tersebut dinilai sekaligus akan membantu petani lokal dalam memperluas pasar dan mencegah anjloknya harga dipasaran. *man

BAGIKAN