Cadangan Beras di Bali masih Aman

Petani mengkhawatirkan adanya beras impor masuk Bali pada musim panen raya saat ini karena akan membuat harga gabah kian turun.

BERAS - Petugas memeriksa kondisi ketersediaan beras di gudang Bulog di Kediri, Tabanan. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) –Petani mengkhawatirkan adanya beras impor masuk Bali pada musim panen raya saat ini karena akan membuat harga gabah kian turun. Apalagi cadangan beras di Pulau Dewata masih penuh atau aman.

Kabid Produksi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunartha, Rabu (17/3) kemarin, mengatakan hingga sekarang belum ada beras impor yang masuk Bali. Bali juga jarang mendapatkan kuota beras impor. ‘’Beras impor biasanya diberikan untuk daerah-daerah yang sulit produksi beras. Beras akan diimpor ketika dalam kondisi mendesak dan kewenangan untuk melakukan impor ada di Kementerian Perdagangan,’’ terangnya.

Disinggung soal harga gabah di tingkat petani yang anjlok, menurutnya hal itu dipengaruhi oleh panen raya yang terjadi di awal Maret lalu. Kondisi seperti ini sering terjadi saat musim panen raya. Terlebih saat ini di Jawa juga tengah panen raya, sehingga memengaruhi harga gabah di Bali.

Di Jawa, harga gabah sampai Rp 2.000- Rp 3.000 per kilogram, sedangkan di Bali masih di atas harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu Rp 4.500 per kilogram. “Terakhir saya cek masih Rp 4.500 per kilogram. Masih di atas HPP,” ujar Sunartha.

Sementara harga beras dikatakannya masih stabil. Di tingkat penggilingan harganya Rp 9.200 per kilogram. Harga beras selalu stabil karena sifat beras atau gabah yang bisa disimpan, sehingga tidak memiliki pengaruh terhadap fluktuasi harga.  *wid 

BAGIKAN