Bupati Sanjaya ’’Launching’’ Desa Digital Delod Peken

BUPATI Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. meresmikan peluncuran Desa Digital Delod Peken, ditandai simulasi permohonan surat izin usaha online untuk mendapatkan KUR bertempat di Kantor Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Kamis (8/4)

LIHAT SIMULASI - Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melihat langsung simulasi permohonan surat izin usaha secara online di Kantor Desa Delod Peken.

BUPATI Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. meresmikan peluncuran Desa Digital Delod Peken, ditandai simulasi permohonan surat izin usaha online untuk mendapatkan KUR bertempat di Kantor Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Kamis (8/4) kemarin. Peluncuran Desa Digital ini dilakukan Bupati Sanjaya serangkaian kegiatan berkantornya yaitu melakukan segala aktivitas kedinasan di Kantor Perbekel Desa Delod Peken.

Usai peluncuran, Bupati Sanjaya menerima beberapa tamu audiensi dan wawancara eksklusif dengan salah satu media ternama di Bali serta melakukan kegiatan kedinasan lainnya. “Pada hari ini, mari kita awali dengan optimisme dan percaya diri untuk berkarya lebih baik lagi dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Bekerja melayani masyarakat adalah sebuah kehormatan dan tetaplah rendah hati serta tidak pernah lelah melayani masyarakat,” ujarnya.

Ia melajutkan, Desa Digital merupakan jawaban atas tantangan di era revolusi industri 4.0. Desa Digital adalah sebuah konsep pembangunan pedesaan yang memberdayakan masyarakat dengan sarana teknologi informasi yang memadai. “Saya berharap launching Desa Digital ini dapat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan masyarakat desa serta semua aspek kehidupan di desa dan di kota terjadi transformasi informasi, mulai dari ekonomi, politik, hukum, budaya, sosial, pendidikan, pertanian hingga kesehatan bisa lebih mudah didapat,” ucap Sanjaya.

Di samping itu, hadirnya infrastruktur informasi dapat memudahkan masyarakat mengakses informasi secara cepat, sehingga mampu meningkatkan pengetahuan dan pertumbuhan ekonomi di desa tersebut serta dapat memenuhi kebutuhan pangan serta energi masyarakat secara mandiri dengan dukungan lembaga keuangan di desa. “Saya harapkan acara ini tidak sebatas launching, akan tetapi dilaksanakan secara berkelanjutan dan keberhasilan pelaksanaan Desa Digital di Desa Delod Peken dapat ditiru oleh desa lainnya, sehingga seluruh desa di Kabupaten Tabanan dapat menerapkan,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sanjaya kembali berbekal rantang makan siang yang merupakan masakan istri tercintanya. Bupati Sanjaya yang didampingi oleh salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda, Asisten III, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Perbekel dan jajaran Desa Delod Peken melakukan santap siang bersama.

Kepala Desa Delod Peken, I Gede Komang Restan Wisnawa, mengatakan merasa sangat bangga karena Bupati Sanjaya melakukan launching Desa Digital sekaligus berkantor di Desa Delod Peken. “Merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua, Bapak Bupati bisa duduk di Kantor Desa,” ujarnya.

Dikatakannya, awal mula program Desa Digital ini karena desa sesuai regulasi dalam segala kegiatan mulai dari perencanaan sampai pertanggungjawaban wajib melalui sistem digital dan mempunyai website. Di samping itu, sebagai upaya mendukung program pemerintah membangun desa berbasis data sesuai arahan Bupati Sanjaya. “Mudah-mudahan ke depannya kita bisa semakin dekat melayani masyarakat. Program ini merupakan kerja sama dan sumbangsih dari kita semua di desa, termasuk konseptor kita yang merupakan tokoh pemuda, Pak Agus Teguh,” tambah Restan Wisnawa.

Agus Teguh selaku konseptor menjelaskan, pihaknya ingin menginformasikan kepada masyarakat tentang apa saja kegiatan di desa sekaligus pertanggungjawabannya. “Jadi, kita berusaha transparansi. Begitu juga pengurusan surat-menyurat bisa secara online lewat HP dengan memasukkan NIK dan PIN,” sebutnya.

Akun yang di konsepnya di Desa Delod Peken bernama Akun Desa, aplikasi yang bisa diunduh secara gratis dan karena belum ada servernya. “Jadi, sistemnya gratis, namun secara implementasi diprogram lagi sesuai kebutuhan kita di desa,” terangnya. *adv

BAGIKAN