Bupati Mas Sumatri Panen Bawang di Lahan Tandus

Bupati Karangasem  IGA Mas Sumatri antusias menghadiri acara panen bawang merah petani di Banjar Dinas Darmawinangun, Desa Tianyar,  Kecamtan Kubu, Karangasem,  Senin (6/7) lalu.

Amlapura (bisnisbali.com) –Bupati Karangasem  IGA Mas Sumatri antusias menghadiri acara panen bawang merah petani di Banjar Dinas Darmawinangun, Desa Tianyar,  Kecamtan Kubu, Karangasem,  Senin (6/7) lalu. Selain memanen, juga ada penanaman sayuran jenis kol di Banjar Munti Desa, Tianyar Barat, Karangasem.

Di lahan  yang tandus, Desa Tianyar itu,   bawang merah tumbuh dengan subur, karena disiram. Berhasilnya hidup bawang merah di desa tandus itu, menambah semangat Bupati Mas Sumatri beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut meninjau dan langsung memanen bawang merah itu.

Bupati Mas Sumatri juga menyebutkan, beberapa jenis sayuran ternyata sangat cocok untuk dikembangkan di sejumlah wilayah Kecamatan Kubu, seperti sayur kol, terong, tomat dan juga bawang merah, serta cabai dengan hasil panen yang tinggi.

“Hal ini menandakan bahwa di Kubu  juga cukup berpotensi untuk membantu ekonomi masyarakat, untuk itu saya mengajak semua pihak untuk mencintai dan berperan aktif mendukung pertanian petani,” ajak Mas Sumatri.

Bupati Mas Sumatri juga mengaku sangat yakin,  jika tanaman bawang merah daerah ini produksinya akan semakin meningkat jika pemeliharaanya lebih optimal, serta mendapat pembinaan dari instansi pemerintah secara berkelanjutan.

“Saya bangga melihat hasil pertanian masyarakat, ini perlu terus dikembangkan, Kami dari pemerintah akan membantu,  tentunya untuk pemasaran dengan menggencarkan ‘’Bela Bali,  Beli Produk Lokal,” ujar Mas Sumatri.

Dalam kesempatan tersebut,  Bupati Mas Sumatri juga mendengarkan keluh kesah petani di tengah pandemi, di mana terdapat beberapa kendala yang dialami oleh petani. Jero Mari yang merupakan petani bawang merah di Desa Tianyar, Kubu itu, mengutarakan bahwa kendala utama yang dialami petani di wilayah Kubu adalah air dan juga pemasaran hasil pertanian.

“Kami hanya terkendala masalah air, selain itu  masalah juga  di pemasaran, terutama oleh pengepul liar. Petani sering merasa ditekan, dengan cara pembeli liar itu, menentukan harga sendiri yang murah sehingga merugikan petani.  Namun hal itu tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap membudidayakan palawija, dan dengan kehadiran Ibu Bupati yang akan membantu kami membuat kami lebih optimis,” ungkap Jero Mari.

Menyikapi berbagai kendala yang dihadapi petani itu, Bupati Mas Sumatri kembali menegaskan bahwa berkat kerja keras Pemkab Karangasem, air Telaga Waja akan mengalir dengan debit tinggi menuju Desa Tianyar.

“Setelah berjuang cukup lama,  air Telaga Waja akan mengalir di daerah paling tandus di Gumi Lahar Karangasem, dan ini merupakan sebuah anugrah ditengah pandemi,” Ujar Mas Sumatri.

Selain itu Mas Sumatri juga meminta Kadis Pertanian agar membentuk tim sosialisasi balai penyuluhan pertanian di masing-masing kecamatan untuk meningkatkan perekenomian petani. Dalam kesempatan yang sama  Mas Sumatri juga meninjau dan menanam padi dan sayur kol di Banjar Dinas Munti, Tianyar Barat,  Kecamatan Kubu, dan juga bercengkrama dengan masyarakat sekitar dan membagikan masker kepada masyarakat, tak lupa tetap mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memutus mata rantai Covid-19.  *bud

BAGIKAN