Bupati Giri Prasta Dukung Karya Nyekah Massal Desa Adat Punggul

BUPATI Badung, I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Atma Wedana/Nyekah Masal Desa Adat Punggul, Kecamatan Abiansemal, Senin (21/12) malam.

NYEKAH MASSAL - Bupati Giri Prasta saat menghadiri Karya Atma Wedana/Nyekah Massal Desa Adat Punggul, Kecamatan Abiansemal, Senin (21/12) malam.

BUPATI Badung, I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Atma Wedana/Nyekah Masal Desa Adat Punggul, Kecamatan Abiansemal, Senin (21/12) malam. Kehadiran Bupati disambut anggota DPRD Badung asal Punggul I Gede Suardika, Pj. Perbekel Punggul I G.N. Anom Bali Putra, Bendesa Adat Punggul I Nyoman Murjaya serta tokoh masyarakat. Guna mendukung karya nyekah yang diikuti 11 sawa tersebut, Bupati Giri Prasta secara pribadi medana punia sebesar Rp 25 juta. Di masa pandemi Covid-19, jalannya upacara tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kehadiran Bupati di “Desa Digital” ini, sebagai wujud bhakti dan dukungan pemerintah kepada masyarakat Punggul khususnya, serta komitmen Giri Prasta dalam melestarikan seni, adat, agama dan budaya di Badung. Terlebih, Desa Punggul telah menjadi salah satu desa terbaik di Badung dan sebagai desa percontohan di tingkat nasional dalam penerapan desa digital.

“Kami selaku pemerintah sangat mengapresiasi pelaksanaan karya ini. Kehadiran kami untuk ikut mendoakan agar karya ini berjalan lancar. Kami juga mengharapkan karya seperti ini dapat dilaksanakan di desa lainya. Di samping dapat menekan biaya, juga mempererat pasemetonan krama desa. Dan kami pemerintah akan siap membantu pelaksanaan karya yang dilakukan secara bersama-sama,” kata Bupati seraya menambahkan, pihaknya akan siap mendukung segala pembangunan di Desa Punggul sehingga Punggul menjadi desa mandiri.

Sementara itu, Ketua Panitia I Gede Sukasta menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung pada karya nyekah massal di Desa Adat Punggul. Dijelaskan, pelaksanaan karya ini sudah berdasarkan awig-awig desa adat. Dimana setiap tiga tahun sekali, sekurang-kurangnya ada 11 sawa, wajib dilaksanakan nyekah massal. Dana upacara bersumber dari kas desa adat serta dana punia dari masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan, dudonan karya telah diawali sejak Minggu (6/12) lalu, dengan nyukat genah wewangunan. Dilanjutkan, Minggu (20/12), berupa ngangget don bingin, dan Senin (21/12) merupakan puncak karya, mejaya-jaya dan purwa daksina. Pada Selasa (22/12) mapralina, meajar-ajar ke segara Goa Lawah, mepamit dan ngelinggihang.*ad

BAGIKAN