Bupati Eka Gelontor 3.600 Paket Imun ke Pedagang Pasar Tradisional

Memasuki Tatanan Kehidupan Era Baru, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti kembali menggelontorkan paket imun tubuh, khususnya kepada pedagang di pasar tradisional se-Kabupaten Tabanan.

BORONG-Bupati Eka juga memborong membeli dagangan dari beberapa pedagang di Pasar Darurat Pesiapan.

Tabanan (bisnsibali.com) –Memasuki Tatanan Kehidupan Era Baru, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti kembali menggelontorkan paket imun tubuh, khususnya kepada pedagang di pasar tradisional se-Kabupaten Tabanan. Setidaknya ada 3.600 paket imun yang dibagikan di pusatkan di Pasar Darurat Terminal Pesiapan, Tabanan, Jumat (17/7).

“Hari ini kami bagikan 3.600 paket imun tubuh kepada seluruh pedagang pasar di Kabupaten Tabanan. Ini merupaka salah satu upaya bersama untuk mencegah penularan pandemi Covid-19 di masyarakat,” ujar Bupati Eka dalam sambutannya yang juga dihadiri oleh Forkopimda Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, Sekda, para Asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Lebih lanjut Ia mengatakan, sebelumnya selama 3 bulan  telah melakukan pembatasan kegiatan yang tentu sangat berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat, terutama dari sektor ekonomi. Guna perbaikan sektor ekonomi tersebut, Bupati Eka berharap pasar tradisional tetap beroperasi di tengah pandemi yang bertujuan untuk keberlanjutan penyaluran hasil pertanian, peternakan dan perikanan, sekaligus memastikan ketersediaan, keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi barang.

“Dengan tetap menerapkan physical distancing serta mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah,” tegas Bupati Eka.

Di samping itu, Ia menegaskan kebersihan pasar tradisional tentu harus juga dikedepankan dengan melakukan berbagai upaya. Di antaranya, menyemprotkan disinfektan secara berkala, mengatur jarak pedagang, mengatur jam buka pasar, memasang stall shield, pedagang wajib menggunakan face shield dan mengupayakan transaksi non tunai (cashless).

Hal itu dilakukan tiada lain untuk mencegah adanya kluster baru penyebaran pandemi Covid-19 melalui pasar tradisional di Tabanan. Hal itu dikarenakan akibat tingginya kontak dan interaksi antara pedagang dan pembeli pada lokasi tersebut.

Untuk itu, Bupati Eka mengatakan, selain menerapkan protokol kesehatan, faktor utama yang mampu mencegah penularan dan penyebaran pandemi ini adalah dengan cara menjaga imun tubuh, yakni dengan menjaga pola makan dan istirahat serta membiasakan mengkonsumsi vitamin maupun jamu.

“Para pedagang di seluruh pasar Tabanan harus terjaga imunitasnya, agar tetap sehat dan dapat beraktivitas agar perekonomian tetap berjalan dan Tabanan Aman dan Produktif dapat diwujudkan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan Arya Wardana menambahkan, Kabupaten Tabanan memiliki 12 pasar tradisional dan 1 pasar senggol yang tersebar di seluruh Kabupaten Tabanan. “Sosialisasi dan pengawasan tetap dilaksanakan dengan membentuk Tim Satgas Pasar, guna mencegah pertambahan sebaran Covid-19,” ujarnya.

Paparnya, kondisi pasar selama pandemi sangat mengalami penurunan, baik dari segi pendapatan pedagang maupun dari segi pendapatan retribusi. Selian itu, menyangkut memulai Tatanan Kehidupan Era Baru atau Tabanan Aman dan Produktif, akuinya melalui Tim Satgas tetap melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di pasar.*man

BAGIKAN