Bunga Kredit Perbankan Berangsur-angsur Turun

Likuiditas perbankan pada semester I/2020 diproyeksikan sudah makin membaik, meski kondisi ekonomi global masih membayangi.

Denpasar (bisnisbali.com) –Likuiditas perbankan pada semester I/2020 diproyeksikan sudah makin membaik, meski kondisi ekonomi global masih membayangi. Likuiditas membaik ini diharapkan dapat membuat bunga kredit bisa berangsur-angsur turun sehingga penyaluran pinjaman perbankan bisa ditingkatkan.

“Awal 2020 tren penurunan suku bunga kredit seharusnya berlaku, meski belum optimal. Perbankan kami harapkan bisa merealisasikan secara bertahap,” kata pemerhati perbankan, Komang Adi Arsanta, M.M., di Renon, Rabu (I8/1) kemarin.

Ia mengatakan, pada 2020 ini pertumbuhan penyaluran kredit perbankan perlu untuk terus dijaga agar tetap dalam bergerak positif sesuai rencana bisnis bank yang telah ditetapkan. Permintaan kredit bisa meningkat seiring tuntutan suku bunga perbankan turun pasca-suku bunga acuan BI atau BI 7DRR turun. Pertumbuhan kredit diprediksi di kisaran 8-9 persen. Ini pula membuat perbankan tidak segera menurunkan suku bunga kredit karena kemungkinan untuk menjaga sektor kreditnya. Bank berupaya penyaluran kredit tidak menimbulkan kredit bermasalah.

Dari sisi likuiditas mulai membaik dengan berbagai kebijakan BI di moneter, perbaikan infrastruktur, investasi mulai tumbuh dan lainnya. Dengan kondisi likuiditas yang terjaga, kegiatan ekonomi khususnya terkait penyaluran kredit akan dapat berjalan.

Sebelumnya pemerhati perbankan IB Kade Perdana mengatakan, di tengah kondisi ekonomi belum stabil tentu akan berpengaruh pada kinerja perbankan, karena di tengah likuiditas yang ketat, kemampauan masyarakat membayar kewajibannya akan sedikit melemah. Pemenuhan target dari pengumpulan dana pihak ketiga juga bisa terganggu. Untuk itu, pengelola bank harus melakukan berbagai terobosan untuk menjaga pertumbuhan penyaluran kredit.

“Sudah saatnya perbankan untuk dapat memperbaiki pertumbuhan penyaluran kredit dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Dia mengatakan, sistem kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit harus lebih dimantapkan tanpa meninggalkan sektor UMKM sebagai sektor yang perlu mendapat perhatian bank. Oleh sebab itu, perbankan harus terus berupaya mempertahankan kinerjanya, khususnya pada penyaluran kreditnya.

“Optimistis pertumbuhan kredit industri perbankan semester I 2020 akan membaik. Kredit masih akan tumbuh asalkan perbankan fokus pada pelayanan dan kehati-hatian,” ucapnya.

Ia menyarankan, langkah kongkret yang dilakukan perbankan adalah memperkuat keunggulan bersaing dengan mengapresiasi efisiensi di segala lini tanpa mengurangi peluang meraih nilai tambah.  *dik

BAGIKAN