Buah Lokal Hasilkan Selai Berkualitas

Pemerintah cukup banyak mengeluarkan kebijakan untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.

Ni Wayan Sudanti

Denpasar (bisnisbali.com) – Pemerintah cukup banyak mengeluarkan kebijakan untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19. Hal ini diakui Ni Wayan Sudanti, pemilik Bali Taru Rayahu yang merupakan usaha pengolahan selai.

Sudanti mengungkapkan, pihaknya sangat terbantu dari sisi pemasaran. Sebab, beberapa BUMN, Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian, termasuk Kemenparekraf turut membantu memasarkan produknya. Demikian halnya, pemerintah dan rekan-rekannya di organisasi UKM IKM Nusantara, banyak memberikan informasi dan bimbingan agar mampu bertahan di masa pandemi.

Dijelaskannya, Bali Taru Rahayu berdiri sejak tahun 2017. “Saat itu saya hanya memasarkan produk dari teman untuk dipasarkan. Karena saat itu saya masih sibuk bekerja di tempat orang lain sehingga belum bisa fokus.  Saat itu saya berpikir kenapa menjual produk teman-teman saja sedangkan kita nggak punya produk sendiri. Setelah satu tahun berjalan akhirnya tahun 2019 saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus mengurus usaha yang saya rintis yaitu Bali Taru Rahayu,” katanya.

Menurutnya, Bali Taru Rahayu memasarkan berbagai macam produk selai. Mengapa selai, karena pihaknya melihat saat panen, buah-buahan melimpah dan harga akan anjlok. “Dengan harga yang sangat murah ini kita berpikir pada waktu panen buah banyak kita mau pasarkan ke mana? Kalau mau jual segarnya saja, itu pun harus cepat lakunya, kita buat yang beku terkendala masalah di freezer-nya,” ucap Sudanti.

Beranjak dari hal tersebut, pihaknya pun berpikir untuk mengolahnya menjadi selai. Keterampilannya membuat selai didapatkannya ketika bekerja di sebuah perusahaan selai milik warga negara asing selama 12 tahun. “Kebetulan saya juga sering diajak keluar negeri seperti Singapura dan Eropa. Saya melihat peminat untuk buah-buah tropis sangat besar di sana karena buah tropis sangat langka di sana dan kalaupun ada harganya sangat mahal. Jadi, di sana saya lihat respons mereka terhadap buah tropis sangat luar biasa sekali. Ternyata ini ada peluang untuk buah-buah tropis kita pasarkan ke luar negeri,” tandasnya.

Selai buah yang dihasilkannya mendapat respons positif masyarakat.  Pihaknya kemudian lebih serius menggarap potensi ini. Kualitas menjadi hal yang diutamakan, sehingga bahan bakunya alami. “Kalau selai mangga kita benar-benar daging buah mangga kita campur gula, terus kita juga pakai jeruk nipis biar alami tidak memakai bahan pengawet lagi,” ungkapnya.

Menariknya, di masa pandemi Covid-19, penjualan sempat meningkat pada Maret 2020. Hal ini kemungkinan disebabkan banyaknya costumer yang tinggal di rumah dan butuh stok makanan. Namun pada Mei 2020 sampai sekarang, penjualan menurun drastis. “Costumer utama kita sebenarnya adalah tamu-tamu yang datang dari Eropa, Amerika dan Jepang. Karena pandemi ini, tamu-tamu tidak ada yang ke Bali akhirnya penjualan kami menurun drastis,” jelasnya. *suk

BAGIKAN