BPUM, Bali Ajukan 124.664 UMKM

Dari 12 juta kouta yang tersedia, Bali telah mengajukan 124.664 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada program Bantuan Produksi Usaha Mikro (BPUM).

Denpasar (bisnisbali.com) Dari 12 juta kouta yang tersedia, Bali telah mengajukan 124.664 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada program Bantuan Produksi Usaha Mikro (BPUM). Sebanyak 67.758 UMKM telah tervalidasi melalui SK lampiran tahap 1-10 dan siap menunggu pencairan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Wayan Mardiana saat ditemui, Kamis (22/10) kemarin.

Diungkapkannya, untuk sisa UMKM terdaftar masih proses validasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM yang akan diterbitkan oleh SK11-18 nantinya. Selanjutnya, untuk program BPUM ini pusat masih memberikan tambahan waktu penutupan hingga 23 November mendatang. “Untuk itu kami sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Koperasi di seluruh kabupaten/kota agar segera mengusulkan kembali para pelaku UMKM terdampak Covid-19 untuk mengikuti program tersebut dengan persyaratan yang telah dipenuhi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, beberapa penerima BPUM yang ada di Bali sudah disalurkan melalui tiga bank yang telah ditunjuk oleh OJK yaitu BRI, BNI dan Mandiri. “Mudah-mudahan dengan bantuan BPUM yang nominalnya mencapai Rp 2,4 juta ini bisa meringankan beban UMKM untuk kelangsungan usahanya,” terangnya.

Disinggung soal program Bantuan Subsidi Usaha (BSU) dari Pemprov Bali kepada UMKM, Mardiana mengatakan, program tersebut telah tersalurkan kepada 42.800 UMKM di seluruh Bali. Realisasi penyaluran mencapai Rp 77,2 miliar dengan masing-masing UMKM mendapatkan Rp 1,8 juta. Demikian dia berharap bagi pelaku UMKM yang sudah lolos di program BSU agar memberi kesempatan pada pelaku UMKM lainnya pada program BPUM. *wid

BAGIKAN