BPR Selektif Salurkan Kredit di Masa Pandemi Covid-19  

Di tengah pandemi Covid-19, fokus perhatian perbankan lebih dominan pada penguatan likuiditas

BPR - Direktur Utama BPR KAS bersama Mantan Direktur Bank Indonesia Drs. Viraguna Bagoes Oka saat mengupas kondisi perbankan khususnya BPR di saat masa pandemi Covid-19.         

Denpasar (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi Covid-19, fokus perhatian perbankan lebih dominan pada penguatan likuiditas. Kendati demikian, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) masih menyalurkan kredit secara selektif.  Demikian disampaikan Direktur Utama BPR KAS, Rio Christian.

“Dalam masa pandemi Covid-19, BPR masih tetap menyalurkan kredit. Kredit yang disalurkan selektif kepada debitur yang existing,” ujarnya.

Rio menjelaskan debitur yang dibantu dengan kredit modal kerja ini sudah dipahami karakternya secara mendalam. Dengan demikian kredit modal kerja yang disalurkan mampu meningkatkan denyut usaha debitur saat masa pandemi Covid-19.

“Dalam masa Covid-19, BPR tidak menyalurkan kredit konsumtif. BPR juga tidak menyalurkan kredit dengan plafon Rp 500 juta ke atas,” imbuhnya. Rio Christian meyakinkan kredit yang disalurkan fokus menyasar sektor mikro yang eksis dalam masa pandemi Covid-19, dengan plafon kredit maksimal Rp 25 juta.

Pengamat Ekonomi dan Mantan Direktur Bank Indonesia Drs. Viraguna Bagoes Oka, MBA mengatakan sektor perbankan sangat berat jika menyalurkan kredit konsumtif saat masa pandemi Covid-19. Walaupun dalam kondisi ekonomi yang sulit, BPR dituntut mampu menyalurkan kredit pada debitur yang tepat.

“Saat masa Covid-19, BPR sangat tepat menyalurkan kredit ke sektor produktif,” ucapnya. Penyaluran kredit ke sektor mikro diyakinkan akan tetap berjalan dan masih bisa terus bertumbuh di masa krisis maupun dalam kondisi pandemi  Covid-19 seperti saat ini. *kup

BAGIKAN