BPJS Ketenagakerjaan Berikan Perlindungan Bagi Musisi

Denpasar ( bisnisbali.com) -Deputi Direktur Wilayah BPJamsostek Bali Nusa Tenggara Papua (Banuspa) Toto Suharto mengajak pengusaha dan seluruh pihak terkait menyamakan persepsi tentang pentingnya penerapan budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Termasuk bagi kalangan pelaku seni.

“Kami ingin memberikan informasi penguatan substansi bahwa BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) hadir sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk memastikan berjalannya perlindungan pada masyarakat, khususnya para pekerja,” katanya.

Tidak hanya itu, perusahaan nirlaba ini juga memberikan perlindungan bagi peserta dari kalangan musisi. BPJamsostek hadir sebagai bentuk perlindungan bagi seluruh pekerja dan keluarganya. Seluruh pekerjaan pasti memiliki risiko dan oleh karena itu perlindungan jaminan sosial merupakan hal yang wajib dimiliki oleh seluruh pekerja apapun profesinya.

Sementara itu Ketua Umum Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) Candra Darusman menyatakan bahwa sebagai upaya memajukan industri musik Indonesia, FESMI melibatkan BPJamsostek dalam memberikan perlindungan jaminan sosial bagi profesi musisi di Indonesia. Oleh karena itu bagi setiap musisi yang terdaftar sebagai anggota FESMI secara otomatis akan didaftarkan menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Saat ini anggota FESMI telah memiliki perlindungan 3 program jaminan sosial yaitu JKK, JKM dan JHT.

Pada tahun ini dalam rangka peringatan Hari Musik Nasional, FESMI ingin fokus untuk memajukan musik tradisional dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap para musisi yang terdampak pandemi Covid-19 dengan menggalang donasi pada acara tersebut.

“Sudah menjadi tekad dan program FESMI untuk menyukseskan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para musisi,” imbuh Candra.

Pihaknya juga berharap ke depan tidak hanya musisi, namun seluruh pekerja seni di Indonesia juga sadar akan pentingnya jaminan sosial, karena dengan terdaftar menjadi peserta BPJamsostek dapat bekerja dengan tenang dan memiliki hari tua yang sejahtera.

Peran BPJamsostek dibuktikan Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJAMSOSTEK Irvansyah Utoh Banja mewakili Direktur Utama menyerahkan santunan sebesar Rp 93 juta dan bantuan beasiswa kepada ahli waris musisi Arry Syaff yang meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit lambung yang dideritanya. Musisi yang memiliki nama lengkap Arry Syafriadi tersebut merupakan vokalis dari grup band Cockpit yang terdaftar pada BPJamsostek sebagai peserta Bukan Penerima Upah (BPU) sejak tahun 2020.
Selain itu menurut data yang dimiliki oleh BPJamsostek, Arry juga masih aktif terdaftar sebagai peserta Penerima Upah (PU) sejak tahun 2015.

Santunan diterima oleh ahli waris musisi tersebut terdiri dari Jaminan Kematian dari dua kepesertaan sebesar Rp74 juta, Jaminan Hari Tua sebesar Rp19 juta, dan manfaat Jaminan Pesiun (JP) yang akan diberikan secara berkala setiap bulannya. Selain itu BPJamsostek juga memberikan bantuan beasiswa kepada 2 orang anak almarhum hingga lulus perguruan tinggi senilai maksimal Rp174 juta.

Santunan tersebut secara simbolis diberikan di sela-sela konser musik virtual yang digelar FESMI dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Maret 2021.  FESMI adalah sebuah organisasi nirlaba yang bekerja sama dengan serikat-serikat musisi yang sudah ada di beberapa provinsi serta pemangku kepentingan lain yang terlibat di dalam industri musik tanah air.

BAGIKAN