BPD Bali Targetkan 10.000 Merchant QRIS

Bank terus melakukan edukasi kepada masyarakat maupun ke pelaku UMKM terkait manfaat penggunaan transaksi nontunai berbasis QRIS.

Bangli (bisnisbali.com) –Bank terus melakukan edukasi kepada masyarakat maupun ke pelaku UMKM terkait manfaat penggunaan transaksi nontunai berbasis QRIS. Selain itu bank juga berusaha makin menambah jumlah merchant. Seperti disampaikan Dirut Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma, di Kintamani, Minggu (9/8) kemarin, bank milik krama Bali ini terus melakukan sosialisasi dan edukasi selaras dengan digitalisasi pada tatanan Bali era baru.

“Untuk memudahkan transaksi kami menargetkan ada 10 ribu merchant QRIS di Bali hingga akhir tahun. Saat ini kurang lebih 7 ribuan merchant yang sudah menerapkan QRIS,” kata Sudharma di tengah digitalisasi wisata dan UMKM Kabupaten Bangli berbasis QRIS BPD Bali.

Diakuinya, sampai hari ini BPD Bali dan Bank Indonesia (BI) terus mengedukasi masyarakat untuk bertransaksi dengan QRIS. Bertransaksi dengan QRIS jadi lebih sehat, cepat, mudah, aman dan andal, sehingga membawa manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat. “Dengan QRIS, BPD Bali hari ini transaksi uangnya langsung masuk ke rekening,” sebutnya.

Ia berharap, ke depannya seluruh bidang bisa menggunakan QRIS, termasuk tempat wisata, dan pertunjukan seni. BPD Bali menargetkan pengguna mobile banking bisa menyentuh 120 ribu. “Sekarang sudah mendekati 100 ribu pengguna. Ini juga akan kami ajak memakai QRIS, dan kami terus melakukan perluasan ke lapangan,” jelasnya.

Dikatakannya lebih lanjut, BPD Bali pada 18 Desember 2019 telah mendapatkan izin transaksi QRIS yang mempermudah pelaku usaha masyarakat dalam rangka transaksi lebih sehat apalagi di tengah pandemi harus dilakukan dengan baik. “Semoga apa yang kami kenalkan ke depan bisa dibantu pemerintah yaitu kalangan ASN memberikan contoh dalam transaksi nontunai. Termasuk UMKM dan bidang pertanian akan kami uji coba untuk transaksi nontunai,” paparnya.*dik

BAGIKAN