BPD Bali Harapkan Kasus Corona segera Berlalu, Mampu Bukukan Laba Rp569,86 Miliar

Bank BPD Bali berharap kasus corona yang terjadi saat ini bisa segera berlalu sehingga ekonomi dan dunia usaha di Bali bisa kembali bangkit.

Denpasar (bisnisbali.com) -Bank BPD Bali berharap kasus corona yang terjadi saat ini bisa segera berlalu sehingga ekonomi dan dunia usaha di Bali bisa kembali bangkit. Kinerja bank pun bisa bertumbuh positif dan sektor riil bisa kembali bangkit.
“Kami harapkan kasus corona ini bisa segera berhenti,” kata Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma di Renon.

Ia mengatakan terkait kasus corona, bank milik krama Bali ini melakukan assessment pada nasabah terutama yang terdampak langsung. Terutama pembiayaan yang langsung sepertisektor pariwisata. Bank juga sudah membuatkan stres test. Ia berharap OJK bisa mengeluarkan relakasasi sehingga bisa menstimulus bagi perbankan untuk menekan laju NPL.

Lebih lanjut Sudharma menyebutkan bank terus menunjukkan pertumbuhan dan pencapaian kinerja yang positif dibanding tahun sebelumnya. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atas Tahun Buku-bu 2019, yang berlangsung pada 11 Maret 2020, telah dilakukan pengesahan atas Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2019.

Sampai dengan Desember 2019, Bank BPD Bali berhasil membukukan laba setelah pajak Rp 569,86 miliar, atau tumbuh 6,11 persen dibandingkan Desember 2018 mencapai Rp537,03 miliar. Sementara, dilihat dari sisi aset, Bank BPD Bali telah menembus angka Rp24,66 triliun, atau tumbuh 9,80 persen dibandingkan Desember 2018 mencapai Rp22,45 triliun.
“Pertumbuhan aset yang cukup signifikan ini didorong oleh penyaluran kredit Rp 18,41 triliun pada Desember 2019, atau tumbuh 11,92 persen dari Rp 16,45 triliun pada Desember 2018,” paparnya.

Sesuai dengan Visi dan Misi Bank, yaitu Menjadi Bank yang Kuat, Berdaya Saing Tinggi, dan Terkemuka dalam Melayani UMKM serta berkontribusi bagi pertumbuhan perekonomian daerah, diakui, secara nyata telah diwujudkan melalui peningkatan kredit produktif sehingga mencapai 43,32 persen dari total portofolio kredit pada Desember 2019.

Guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin dinamis, bank telah melakukan peningkatan kualitas produk dan layanan dengan makin aktif mengembangkan program-program yang inovatif dan bernilai tambah bagi para nasabah, seperti pengembangan Layanan Gerakan Nasional Nontunai (QRIS dan kartu bebit), aliansi dengan Pemda dan pihak lainnya (PHR, E-ticketing, E-retribusi, mobile pos PHR dan E-link LPD), pengembangan infrastruktur (CRM) dan pengembangan biller (baik daerah maupun nasional).
Menurutnya upaya tersebut membuahkan pertumbuhan dana pihak ketiga yang cukup signifikan, yaitu 11,40 persen dari Rp18,01 triliun pada 2018 menjadi Rp 20,06 triliun pada 2019. Peningkatan itu terdistribusi dari peningkatan giro 63,52 persen dari Rp 1,73 triliun pada 2018 menjadi Rp 2,84 triliun pada 2019 dan tabungan mengalami peningkatan 10,77 persen dari Rp 9,07 triliun pada 2018 menjadi Rp 10,05 triliun pada 2019.
“Sejalan dengan kinerja keuangan yang baik, rasio-rasio keuangan juga menunjukkan pencapaian pada tingkat yang baik,” ungkapnya.
Rasio kecukupan modal (CAR) terjaga pada level 22,48 persen. Sedangkan rasio profitabilitas yaitu ROA dan ROE masing-masing mencapai angka 3,08 persen dan 18,18 persen. Dari sisi pengelolaan kredit bermasalah, Bank BPD Bali berhasil menurunkan NPL dari 3,17 persen per Desember 2018 menjadi 2,61 persen per Desember 2019. Rasio likuiditas, yaitu BOPO per Desember 2019 adalah 91,72 persen dan rasio efisiensi, yaitu BOPO terjaga pada level 70,87 persen. *dik

BAGIKAN