BPBD Kabupaten Bangli Gelar Pelatihan Wirausaha

Rapat koordinasi dan temu bisnis  digelar BPBD Kabupaten Bangli didampingi PT Global Index Perkasa (Konsultan dari BNPB RI)

Bangli (bisnisbali.com) –Rapat koordinasi dan temu bisnis  digelar BPBD Kabupaten Bangli didampingi PT Global Index Perkasa (Konsultan dari BNPB RI) dalam rangka memberikan pembinaan pendampingan ekonomi di daerah pascabencana wilayah Jawa-Bali, di Kabupaten Bangli.

Acara pelatihan yang diselenggarakan BPBD Kabupaten Bangli yang bertempat di Hotel Segara, Kintamani, Bangli bertujuan untuk mengembangkan usaha KUB Danu Jaya dan KUB Maju Bersama dengan produk olahan abon ikan mujair dan jellytom (permen jelly tomat) dan memotivasi KUB menjadi jiwa wirausaha yang tinggi dan mandiri, serta mampu bersaing di pasar.

“Kegiatan ini rutin diselenggarakan utamanya untuk upaya rehablitasi dan rekonstruksi pada daerah – daerah yang terpapar bencana atau pada warga pascabencana, dengan pelatihan wirausaha ini pastinya kita berharap warga bisa segera mungkin pulih dari keterpurukan akibat bencana dan bisa menata kembali kehidupan mereka melalui usaha kecil yang berpeluang,” ungkap Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD  Bangli, Putu Dedy Upariawan, S.T.,M.A.

Dalam kesempatan ini Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI Bpk. Ir. Rifai, MBA juga menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu program pemulihan pascabencana nonfisik (di luar infrastruktur). Ini juga bertujuan untuk memulihkan ekonomi warga di daerah pascabencana, dan berharap di tahun ke-3 (th 2020) Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang dibina dapat mandiri dan dapat menjadi virus positif terhadap lingkungan sekitar untuk dapat ikut serta meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah pascabencana melalui KUB.

Lanjutnya, yang seringkali terlupakan saat ada bencana adalah bagaimana recovery masyarakatnya agar mereka segera bisa menata perekonomiannya dan bisa mandiri tanpa lagi harus mengandalkan bantuan dari pihak lain. Selama ini apabila ada bencana biasanya orang hanya akan fokus pada perbaikan bangunan fisik atau infrastruktur, padahal ada hal yang lebih penting dari itu yakni membangun sumber daya manusianya melalui pelatihan wirausaha sehingga mereka bisa makin mandiri dan tidak terpuruk dalam waktu yang lama. Tentunya pelatihan wirausaha ini harus sesuai dengan potensi -potensi yang ada di daerah tersebut sehingga pengeluaran bisa ditekan dan pendapatan yang pastinya dibarengi dengan keuntungan akan bisa didapatkan.

Dicontohkannya seperti Kintamani yang banyak menghasilkan berbagai jenis sayuran seperti tomat. Tentu bisa membuat produk olahan lain  selain mengangkat nilai jual juga lebih tahan lama, apalagi selama ini di saat musim panen harga komoditas tomat ini bisa sangat jatuh dan tak jarang petani sampai enggan memanennya. Melalui pelatihan ini tentu ada alternatif lain yang bisa dilakukan untuk mengangkat nilai ekonomis dari tanaman tomat ini.

Selain tomat olahan lain untuk ikan mujair juga bisa dilakukan. Saat panen keranda peternak mujair ini pasti akan menghasilkan ikan yang berlimpah. Karenanya mengolah ikan menjadi abon selain harganya tinggi juga akan tahan lama daripada hanya mengandalkan menjual ikan dalam kondisi segar saja. Pengemasan pun ikut menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi dan temu bisnis ini, karena pengemasan yang baik memiliki nilai penting dalam mengangkat nilai jual dari hasil olahan.  Bahkan kemasan yang baik membuat olahan tak hanya dijual di pasar tradisional atau hanya pada orang terbatas, namun juga bisa menjangkau lebih luas seperti swalayan atau pasar oleh – oleh.

Rapat koordinasi dan temu bisnis  dalam rangka memberikan pembinaan pendampingan ekonomi di daerah pascabencana wilayah Jawa-Bali di Kabupaten Bangli, dihadiri oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI ( bpk Ir. Rifai, MBA ), Direktur PPSE RR BNPB RI ( bpk. Yolak, S.E.,M.M.), Kasubdit Pemulihan dan Peningkatan Ekonomi BNPB RI, Kasubdit Rehab Rekon Perumahan BNPB RI beserta jajaran, dihadiri juga oleh Bupati Bangli (diwakili oleh Bpk Asisten I), BPBD Provinsi Bali, Bagian Ekonomi Setda Bangli, Bappeda Libang Bangli, Dinas PMPTSP Bangli, Disperindag Bangli, Dinas Kop UMKM Nakertrans Bangli, Dinas PMD Bangli, Dinas PKP Bangli, Dinas Kesehatan Bangli, Camat Kintamani, Kepala Desa Songan B, Kadus Bantas, Bank Indonesia (narasumber), BPD Bali Cabang Bangli, BRI Cabang Bangli, Bank Mandiri Bangli, BNI Bangli, KADIN Bangli, IWAPI Bangli, Rumah Kreatif BUMN Telkom Bangli, FE Unwar (rencana sebagai Orang Tua Asuh tahun 2020), KUB Danu Jaya dan KUB Maju Bersama.

Acara ini juga menghadirkan narasumber dari BI (Bank Indonesia), Dinas Koperasi UMKM,  Nakertrans dan PT Global Index Perkasa, dan diakhir acara menghasilkan sebuah kesepakatan bersama antara KUB dan para undangan yang hadir untuk mendukung keberlanjutan KUB ke depannya sampai KUB tersebut dapat berwirausaha secara mandiri.*ita

BAGIKAN