BNI Dukung Pengembangan Usaha dan UMKM Bali

Denpasar (Bisnis Bali) -Mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah ini, kalangan perbankan menegaskan tetap fokus pada pengembangan pelaku usaha sektor UMKM. Dukungan bank terhadap dunia usaha tersebut dari sisi finansial maupun nonfinansial.

Pemimpin BNI Wilayah Denpasar, I Made Sukajaya di Renon, Rabu (15/1) mengatakan, dari sisi financial, dukungan bank berupa penyaluran atau ekspansi kredit baru yg berkualitas secara berkesinambungan utk sektor UMKM. Bank menitikberatkan kepada sektor-sektor produksi di luar sektor perdagangan seperti industri pengolahan, pariwisata maupun pertanian.
“Dukungan dalam bentuk pemberian pinjaman berupa Kredit Kemitraan (PK), KUR mikro, KUR Kecil, BWU dan komersial,” katanya.

Terkait penyaluran KUR di Bali pada 2020, bank BUMN ini meningkat 53 persen dari realisasi penyaluran tahun lalu. Tahun ini target penyaluran KUR utk Bali dengan bunga 6 persen mencapai Rp1 triliun naik dari tahun lalu Rp700M.

Kalau dilihat dari sektor penyaluran KUR pada 2020, BNI menargetkan dapat menyalurkan ke sektor produksi mencapai 60 persen atau meningkat dari penyaluran tahun lalu di kisaran 50 persen.

Harapannya sektor produksi bisa tumbuh pesat mengingat sektor ini banyak menyerap tenaga kerja, apalagi kalau produk yang dihasilkan berorientasi ekspor. Sektor produksi di Bali meliputi sektor pertanian, perkebunan, jasa dan ekonomi kreatif.

“Bila UMKM kuat, perekonomian akan semakin tumbuh, ditambah lagi produk yang dihasilkan bisa diekspor tentunya akan menjadi salah satu sumber devisa dan mampu menggairahkan pelaku usaha di daerah ini,” ujarnya.

Diakui sektor produksi sampai saat ini memiliki potensi bagus. Terbukti penyalurannya tahun lalu mampu mencapai 50 persen dari penyaluran kredit kecil dengan NPL yang masih terkontrol.

Kami menyalurkan kredit juga kepada kluster kluster seperti kluster kopi, asparagus, tebu, coklat dan ke depannya akan masuk ke kluster tanaman pangan organik.

Sukajaya menegaskan debitur KUR di Bali tergolong lancar, terbukti rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) masih di bawah 1 persen atau 0,4 persen.
Ia pun mengungkapkan dengan adanya bunga KUR 6 persen, diharapkan daya serap KUR oleh kalangan pengusaha UMKM di Bali dapat lebih maksimal dan menjadikan daya saing produk yg dihasilkan lebih kompetitif serta berdampak lebih optimal dalam upaya pemerintah Bali menggerakkan sektor riil.

Penurunan bunga menjadi 6 persen ini diharapkan juga menjadi stimulus bagi penyerapan tenaga kerja di sektor-sektor informal.

Sementara dari sisi non financial disampaikan dukungan BNI kepada pelaku usaha UMKM di Bali antara lain dengan memberikan pembinaan-pembinaan terhadap UMKM, menyertakan UMKM binaan dalam event-event seminar, pameran BNI baik skala lokal maupun nasional, dan membentuk sinergi di kalangan pelaku usaha UMKM binaan.

BNI juga memberikan kemudahan akses untuk permohonan kredit dengan langsung mengakses website BNI https://eform@bni.co.id.*dik

BAGIKAN