BLT Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

Menghadapi pandemi Covid-19 saat ini, perekonomian Bali sudah dikatakan masuk dalam situasi resesi.

 Panudiana Khun

Denpasar (bisnisbali.com) –Menghadapi pandemi Covid-19 saat ini, perekonomian Bali sudah dikatakan masuk dalam situasi resesi. Untuk itu, sebagai upaya pencegahan dampak perekonomian lebih buruk lagi, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan diberikan kepada karyawan dengan gaji di bawah Rp 5 juta diharapkan segera terealisasi. Hal tersebut diungkapkan oleh pengusaha sekaligus akademisi, Panudiana Khun, pada acara Bisnis Bali News di Warung 63, Denpasar, Rabu (12/8) kemarin.

Dia mengatakan, sejak lima bulan lalu perekonomian Bali sudah minus. Banyak perusahaan yang menalangi pembayaran gaji karyawan termasuk listrik dan BPJS. Di sisi lain, perusahaan terutama hotel-hotel di Bali tidak memiliki cash flow yang sebagian besar dibangun atas dasar utang bank, yang membuat kondisi ini semakin parah.

“Jika perekonomian seperti ini terus, hotel-hotel akan mem-PHK karyawannya. Dan sulitnya lagi perusahaan juga harus menyiapkan pesangon. Mengerikan jika resesi terjadi berkepanjangan,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, kebijakan pemerintah dengan memberikan stimulus terhadap karyawan akan sangat membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan menghidupkan perekonomian. Terlebih aturan dari pusat, penerima BLT adalah karyawan dengan gaji di bawah Rp 5 juta, menurutnya akan sangat membantu.

“Karena saat ini 90 persen gaji karyawan adalah UMP yang jumlahnya Rp 2,9 juta. Mungkin ada tambahan servis yang sampai Rp 7 juta hingga Rp 8 juta per bulan, tapi saat ini tidak ada servis, bahkan tidak masuk kerja tidak dibayar,” jelasnya.

Dengan demikian, menurutnya BLT akan lebih baik jika dipercepat pembagiannya. Jumlah Rp 600.000 per bulan akan sangat membantu terutama dalam hal konsumtif bagi masyarakat. “Jika memang dananya sudah ada, memang lebih baik segera dicairkan. Dan ini simple saja, biar perusahaan yang nantinya bertanggung jawab,” ujarnya.

Di samping itu, Khun juga berharap sektor lain harus dihidupkan. Baik itu pertanian, peternakan, perkebunan dan sebagainya. Insinyur pertanian bisa mengerjakan lahan, kemudian masyarakat juga diberi pendidikan dan pelatihan di bidang tersebut. *wid

BAGIKAN