BKS-LPD Diimbau Terus Lakukan Koordinasi  

Secara menyeluruh kondisi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) hingga saat ini masih tetap bertahan (stagnan).

RAPAT - Rapat koordinasi yang digelar BKS-LPD Bali, Senin (10/8) kemarin.        

Denpasar (bisnisbali.com) –Secara menyeluruh kondisi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) hingga saat ini masih tetap bertahan (stagnan). Kedepannya, koordinasi akan terus dilakukan untuk membangun komunikasi dan sinergitas dalam menjaga kondusifitas dan likuiditas serta tata kelola LPD yang baik di tengah situasi ekonomi saat ini.

Hal tersebut terungkap pada rapat koordinasi (rakor) yang dilaksanakan Badan Kerja Sama (BKS) LPD Provinsi Bali bersama BKS-LPD kabupaten/kota se-Bali di Gedung LPD Desa Adat Kesiman, Senin (10/8) kemarin. Ketua BKS-LPD Provinsi Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., mengatakan, hingga Mei secara keseluruhan aset LPD di Bali masih tetap bertahan pada angka Rp 24,3 triliun. Meski demikian, dia mengakui adanya wilayah-wilayah terdampak pandemi Covid-19 yang berpengaruh pula terhadap kinerja LPD.

Untuk itu, diadakannya rakor yang rutin ini sebagai upaya berkoordinasi dengan LPD se-Bali untuk menjaga kondusifitas serta likuiditas di masing-masing LPD. Cendikiawan menegaskan dalam menyikapi situasi seperti saat ini, LPD di Bali harus tetap tenang dengan menjaga koordinasi dan komunikasi dengan para prajuru adat, bandesa adat, tokoh masyarakat, nasabah termasuk pemerintah. “Kita juga harapkan peningkatan SDM sebagai peningkatan tata kelola harus  menjadi perhatian dan prioritas demi kemajuan LPD masing-masing,” jelasnya.

Demikian dia juga mengatakan, keberadaan masyarakat sebagai nasabah dan desa adat sangat penting untuk selalu menjaga dengan memanfaatkan secara maksimal  jasa dan layanan LPD baik tabungan, kredit dan deposito. Apalagi LPD di Bali telah memanfaatkan teknologi dalam memberikan pelayanan lebih cepat dan efisien kepada masyarakat. Di tengah pandemi Covid-19, ungkap Cendikiawan LPD telah senantiasa mengikuti arahan pemerintah baik dalam hal memberikan relaksasi kepada nasabah, serta pembagian sembako melalui bekerja sama dengan satgas gotong royong Covid-19 di masing masing desa adat.  “Kami akui adanya kekurangan yang dimiliki LPD, namun tidak sedikit pula yang maju. Untuk itu mari bersama-sama yang sudah baik kita jaga dan pertahankan,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN