BKS-LPD Bali Serahkan ”Punia” ke PHDI

BADAN Kerja Sama (BKS)  LPD Provinsi Bali menyerahkan punia berupa peralatan upakara serta pakaian kepemangkuan kepada sulinggih dan pengurus PHDI Provinsi Bali serta kabupaten/kota di Bali.

Pemberian punia oleh Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si.

BADAN Kerja Sama (BKS)  LPD Provinsi Bali menyerahkan punia berupa peralatan upakara serta pakaian kepemangkuan kepada sulinggih dan pengurus PHDI Provinsi Bali serta kabupaten/kota di Bali. Kegiatan yang dilakukan, Senin (6/1) menjadi hal rutin yang dilakukan setiap tahunnya.

Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H.,M.Si, pada sela-sela acara yang berlangsung di Gedung PHDI yang beralamat di Jalan Ratna Denpasar mengatakan, kegiatan tersebut diadakan serangkaian pertemuan awal tahun 2020. Kegiatan seperti ini rutin dilakukan namun dikemas dengan cara yang berbeda.

Ia mengharapkan, dengan adanya pertemuan ini, bisa bersama-sama antara lembaga umat dan pengurus LPD beserta desa adat untuk terus mengembangkan LPD ke depan. Pada 2020 ini, Cendikiawan berharap agar Bali  termasuk LPD di dalamnya diberi jalan yang baik untuk mengabdi kepada masyarakat. “Ini adalah salah satu dari program BKS Bali untuk saling bersama-sama menjaga LPD kita, LPD Bali. Namun, yang paling penting yaitu agar kita bersama para sulinggih nunas ica (berdoa) agar jagat di Bali termasuk LPD dalam perjalanannya berjalan lancar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung, keberadaan LPD. Demikian juga terus diharapkan agar semua pihak terkait terus mendukung keberadaan LPD dan bersama-sama meningkatkan kemajuan LPD ke depan.

Sementara itu, Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, pemberian punia oleh BKS-LPD Bali merupakan salah satu program BKS yang dilaksanakan setiap tahunnya baik untuk parisadha ataupun sulinggih. “Pemberian punia ini dilakukan sebagai cermin jika BKS-LPD peduli sama umat. Tidak hanya tahun ini, tapi tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hal ini sebagai langkah yang baik karena baru pertama dilakukan kepada lembaga agama khususnya majelis umat Hindu. BKS-LPD Bali selama ini sangat berempati pada parisadha dengan memberi anggaran  rutin, yang dari sisi anggaran parisadha sangat minim. “Ini artinya ada sinergisitas antara LPD dengan umat Hindu di Bali,” katanya. *wid

BAGIKAN