Bisnis Layang-layang Cukup Menggiurkan

Walau aktifitas melayangan saat ini dibatasi, bahkan diancam dipidanakan polisi jikamenggangu PLN, binis layang-layang di masyarakat masih menggiurkan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Walau aktifitas melayangan saat ini dibatasi, bahkan diancam dipidanakan polisi jikamenggangu PLN, binis layang-layang di masyarakat masih menggiurkan.

Seperti yang dilakoni I Nyoman Adi Suarjaya. Pria yang penghoby layangan ini sekaligus menjual layang-layang. Aktivitas berjualan dilakukan sejak Maret lalu. Tidak hanya layangan jadi, kain layangan, kerangka layang-layang dan lainnya juga dia coba pasarkan. Meski menjadi usaha sampingan di tengah kesibukannya, namun usaha layang-layang yang dijalaninya cukup memberikan hasil.

Ditemui di kediamannya di Jalan Ratna, Denpasar, Nyoman Adi menceritakan, awal mulanya dia hanya sebagai penghoby layang-layang. “Awalnya saya beli layang-layang dan banyak yang nanya jadi berinisiatif untuk membuat dan menjualnya,” tutur Nyoman Adi.

Pemasaran dicobanya melalui media sosial khususnya facebook. “Dari situ cukup banyak permintaan. Lalu saya lanjutkan hingga saat ini meski tidak terlalu serius yang hanya memanfaatkan media sosial dalam berjualan,” ujarnya.

Tidak hanya layang-layang jadi, dia yang memiliki pengalaman dalam hal desain grafis mengaku juga menjual kain layang-layang dalam bentuk print. Di samping itu dirinya juga menjual layang-layang air brush. Untuk saat ini, kain print layangan itu dikatakannya cukup laris. Terlebih di masa pandemi peminat layang-layang lebih ramai dari sebelumnya.

Disinggung soal harga, Nyoman Adi mengatakan, untuk layang-layang jadi dijualnya mulai dari Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per 1 meter persegi. Sementara untuk rangka layang-layang dijual Rp 30.000 hingga Rp 40.000 untuk ukuran 1 meter. Dan kain print dijualnya kisaran Rp150.000 per meter persegi serta layang-layang air brush dibanderol dengan harga Rp 170.000 hingga Rp 200.000 dengan ukuran 1 meter. *wid

BAGIKAN