Bisnis Furniture Terkendala Pengiriman

DI awal pandemi Covid-19, hampir rata seluruh bisnis sempat mengalami penurunan yang signifikan.

DI awal pandemi Covid-19, hampir rata seluruh bisnis sempat mengalami penurunan yang signifikan. Namun, banyak kondisi yang semakin baik sejak new normal. Salah satunya bisnis furniture yang melakukan ekspor ke luar negeri. Namun, bukan berarti bisnis furniture berjalan tanpa kendala.

Seperti yang diungkapkan owner Rose Indan Furniture Bali, Vivi Alpiah. Dia mengatakan, bisnis sempat down pada April dan tutup selama satu bulan karena kekhawatiran akibat pandemi. Namun, keadaan mulai membaik dan rumah produksi serta toko kembali dibuka setelah seluruh pegawai melakukan tes rapid. Orderan berbagai furniture secara online masih berjalan, hanya saja konsumen yang datang langsung ke toko berkurang.

“Kita benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara optimal. Cuci tangan, pakai masker, jaga jarak dan tidak lupa saya memberikan seluruh pekerja vitamin untuk menjaga kondisi tubuhnya. Makanan pun khusus katering yang dijamin kualitasnya, sehingga tidak sembarangan. Mengenai, produksi dan pemasaran tetap dilakukan seperti biasa, orderan online tetap jalan, kendalanya hanya di pengiriman sedikit tertunda,” ujar Vivi.

Market yang selama ini digarap dominan ekspor seperti Australia, Spanyol, Prancis dan Afrika Selatan. Untuk di Bali, hanya beberapa guest house dan vila yang sempat diajak bekerja sama. “Jadi, di masa pandemi seperti sekarang, tidak terlalu berpengaruh akan banyaknya industri akomodasi yang melemah,” ucapnya.

Kendala lain yang biasanya ditemui di bisnis furniture adalah modal awal dan bahan baku. Perlu modal yang besar untuk biaya produksi ratusan model. Di sisi lain, karena bahan material didatangkan dari Kalimantan, pengiriman ke Bali tersendat di jalanan. Dengan berbagai kejadian, seperti ban pecah atau bahan baku yang kosong. Sehingga, solusi yang diambil adalah melakukan stok barang, untuk meminimalisir kehabisan bahan baku nantinya.

Di Bali, sudah diketahui banyak sekali pebisnis yang bergerak di bidang furniture sehingga persaingan ketat. Untuk itu, pembuatan design baru dan yang berbeda dari yang lain selalu dioptimalkan. Harga yang dipatok juga masih terjangkau.

 “Kami juga memperbolehkan bagi customer yang mau membeli furniture secara terpisah. Tidak selalu satu set, ada juga sistem custom atau membuat furniture by request. Karena, di sini langsung rumah produksi, sebisa mungkin kami mampu membuat design dan warna yang diinginkan, untuk menjaga kepuasan pelanggan. Adapun, hal lain yang ingin kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, agar tetap berpikir positif dan terapkan protokol kesehatan dengan disiplin,” tutupnya. *git

BAGIKAN