Bisnis Baru Berbasis Digital akan Tumbuh Pasca-Covid

Praktisi ekonomi dan bisnis Prof. Dr. Gede Sri Darma mengatakan pascaberakhirnya covid-19 maka dunia usaha akan tumbuh kembali dengan sektor bisnis yang baru yaitu berbasis digital.

Denpasar (bisnisbali.com) –Praktisi ekonomi dan bisnis Prof. Dr. Gede Sri Darma mengatakan pascaberakhirnya covid-19 maka dunia usaha akan tumbuh kembali dengan sektor bisnis yang baru yaitu berbasis digital.

“Sektor lama yang tidak lagi berbasis digital, otomatis akan hilang atau diseleksi oleh alam dalam hal ini virus corona,” kata mantan Rektor Undiknas University di Renon, Selasa (5/5).
Ia mengatakan persoalan mucul adalah sampai kapankah covid-19 ini berakhir ? Jika covid-19 dapat diatasi 1 bulan ke depan (akhir Juni), maka recovery ekonomi dan bisnis bisa pulih kembali pada awal Januari pada 2021. Tetapi, jika covid-19 baru bisa diatasi pada akhir 2020, maka waktu yang dibutuhkan untuk me-recovery ekonomi dan bisnis akan makin lama lagi.

“Bisnis pun akan mengalami pergeseran menuju kenormalan baru, artinya bisnis konvensional akan makin ditinggalkan, diganti oleh bisnis berbasis digital atau bisnis berbasis online,” ujarnya.
Terkail hal tersebut atau masuknya era ekonomi baru pasca-corona, Sri darma berharap bank wajib memberikan relaksasi pembayaran kredit setahun kepada debitur yang terkena dampak covid-19 dan pembayaran utang lancar sebelum covid-19.

“Jika debitur nakal atau memang pembayaran macet sebelum covid-19, bank wajib menyita anggunan dan melelangnya segera untuk mendapatkan likuiditas,” jelasnya.
Terkait pemberian bunga murah, menurut Direktur Undiknas Graduate School (UGS) ini, bank juga butuh cuan, sehingga bunga kredit sangat tergantung pada bunga simpanan. Jika Bank Indonesia selalu menjaga pada tingkat suku bunga rendah untuk deposan, maka diharapkan bunga kredit pun rendah, bahkan diharapkan single digit.*dik

BAGIKAN