Biayai UMKM, “Fintech P2P Lending” Gandeng Lembaga Keuangan

Fintech peer to peer (P2P) lending memastikan bukan sebagai pesaing namun dapat berkolaborasi dengan lembaga keuangan di daerah ini dalam membiayai pelaku usaha maupun UMKM di Bali.

Mangupura (bisnisbali.com) –Fintech peer to peer (P2P) lending memastikan bukan sebagai pesaing namun dapat berkolaborasi dengan lembaga keuangan di daerah ini dalam membiayai pelaku usaha maupun UMKM di Bali. Utamanya pasar UMKM yang belum bankable namun feasible.

“UMKM yang belum bankable namun feasible ini umumnya belum digarap rekan perbankan saat ini. Dengan adanya fintech P2P lending di Bali dapat menyasar pelaku usaha yang belum dijamah oleh rekan-rekan perbankan sehingga bisa naik derajatnya,” kata CEO Pundiku, Kadek Darma Susila di Kuta, Rabu (29/1) kemarin.
Ia mengatakan sebagai fintech P2P lending, Pundiku melakukan kolaborasi dengan lembaga keuangan seperti BPR. Pembiayaan kredit yang diberikan mulai Rp1 juta hingga Rp25 juta dalam jangka waktu 1-2 tahun dengan range suku bunga bervariasi. “Bunga tertinggi 2 persen per bulan,” ujarnya.

Kadek Darma menyampaikan masih ada yang belum memahami fintech P2P lending itu seperti apa sehingga ada anggapan akan menggerus lembaga keuangan. Namun dengan adanya kolaborasi dengan BPR khususnya Perbarindo, kini sudah mulai banyak yang mengerti skema bisnis fintech P2P lending.
“Kami sudah perkenalkan jika Pundiku telah hadir di Bali dan terdaftar di OJK serta bisnisnya seperti apa ke Berparindo. Pundiku sebagai perusahaan fintech P2P Lending terdaftar di OJK dengan surat keputusan S-603/NB.213/2019,” terangnya.

Ia pun mengungkapkan fintech P2P lending adalah penghubung di tengah-tengah lembaga keuangan serta tidak membukukan kredit. Fintech menghubungkan lender (pendana) dengan borrower atau peminjam. Peran Perbarindo maupun BPR nantinya, kata dia, bisa sebagai dua sisi, yaitu bisa sebagai peminjam maupun lendernya.
“Pundiku sebagai fintech P2P lending hanya wadah penghubung bagi yang membutuhkan dengan pemilik dana,” jelasnya.

Lanjut ditegaskan fokus bisnis adalah pengusaha UMKM, khususnya para pedagang pasar tradisional yang memiliki kesulitan mendapatkan permodalan secara cepat dan mudah. Adapun dalam 5 tahun ke depan, pundiku akan menyasar 5.000 pasar tradisional dari total 14.000 pasar tradisional se-Indonesia. *dik

BAGIKAN