BI: Waspadai Lonjakan Harga Tiga Komoditas

Tiga komoditas perlu diperhatikan jelang hari raya Galungan dan Kuningan pada April mendatang.

CANANG - Pedagang canang di Pasar Badung. Jelang Galungan, canang merupakan salah satu komoditas yang perlu diperhatikan. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) – Tiga komoditas perlu diperhatikan jelang hari raya Galungan dan Kuningan pada April mendatang. Tiga komoditas dimaksud yakni cabai merah, cabai rawit dan canang sari.

“Secara historis, ketiga komoditas tersebut sering mengalami kenaikan harga pada hari raya Galungan dan Kuningan selama tiga tahun terakhir,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, di Renon, Kamis (25/3).

Menurutnya, hingga saat ini cabai rawit masih belum menunjukkan penurunan harga sehingga perlu diwaspadai. Pasokan masih belum optimal akibat curah hujan yang tinggi, serta peningkatan permintaan menjelang hari raya.

Sementara dari sisi pemantauan harga di Sistem Informasi Harga Komoditas Pangan Strategis (SIGapura), sejumlah komoditas yang mengalami lonjakan harga signifikan di antaranya cabai rawit, cabai merah dan daging babi. Trisno yang juga Wakil Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali ini mengajak TPID baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota perlu bekerja sama antardaerah, terutama dengan daerah penghasil cabai rawit. Itu karena peningkatkan inflasi di Januari terjadi terjadi karena adanya peningkatan harga pada kelompok volatile food dan administered prices.

Pihaknya pun menekankan perlu mengoptimalkan pemanfaatan mesin CAS. BI mengimbau agar petani tetap menanam sesuai dengan siklusnya agar pasokan tetap mencukupi. Tidak hanya itu, BI terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk-produk pertanian (e-commerce) dan dalam produksi (digital farming).

Sementara untuk TPID kabupaten/kota dan provinsi, Trisno mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga di masyarakat, di antaranya memastikan distribusi yang terjaga antar wilayah dan antarpulau. Selain itu, TPID juga akan melakukan gerakan Lumbung Pangan untuk memastikan distribusi kepada seluruh lapisan masyarakat di Bali dan mendorong digitalisasi pada UMKM pertanian.

Sementara itu, Ekonom Ahli KPw BI Bali, S. Donny H. Heatubun saat ke Klungkung mengapresiasi kehadiran Bupati Klungkung selaku pemimpin rapat HLM. Hal ini sesuai dengan arahan Kementerian Koordinator Perekonomian selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) di mana kehadiran Bupati atau Wakil Bupati dalam rapat TPID sebagai wujud komitmen kepala daerah atas pelaksanaan program pengendalian inflasi di daerah serta akan mendapat penilaian yang tinggi pada aspek proses dalam penilaian TPID Award.

Bupati Klungkung pun memberikan arahan agar program pengendalian inflasi terintegrasi dari hulu ke hilir. Program di sisi hilir dilakukan dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Unit Desa (KUD). Sementara di sisi hulu, Kabupaten Klungkung telah melakukan penanaman demplot kedelai seluas 60 hektar dengan memanfaatkan pupuk kompos. Ke depan, pemanfaatan pupuk kompos di Kabupaten Klungkung akan diperluas untuk menjadi kawasan pertanian organik. *dik

BAGIKAN