BI: Kinerja Investasi Terkontraksi, Lapangan Usaha Utama Alami Penurunan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali tidak memungkiri bila pandemi covid-19 berimbas kepada berbagai sektor ekonomi di daerah ini.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali tidak memungkiri bila pandemi covid-19 berimbas kepada berbagai sektor ekonomi di daerah ini. Berdasarkan survai selama pandemi menunjukkan kinerja investasi diprakirakan terkontraksi.
“Hal ini sebagaimana tercermin pada skala likert investasi responden kami yang tercatat sebesar -0,13 pada triwulan II 2020,” kata Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho di Renon, Jumat (10/7).
Menurutnya sejalan dengan hal tersebut, pertumbuhan kredit investasi juga melambat, dari 16,45 persen (yoy) pada triwulan 1 2020 menjadi 10,25 persen (yoy) pada triwulan II 2020.
Begitupula dari sisi penawaran, hasil tracking menunjukkan penurunan kinerja lapangan usaha utama. Itu terlihat dari pertama, sektor akomodasi makan minum (akmamin) terkontraksi seiring dengan kontraksi kunjungan wisman dan wisdom. Hal ini tercermin pada kontraksi jumlah kedatangan penumpang internasional periode 1 Januari 2020 sampai dengan 2 Juli 2020 yang tercatat -62,67 persen (yoy). Demikian pula kontraksi kedatangan penumpang domestik periode 1 Januari 2020 sampai dengan 2 Juli 2020 tercatat -55,67 persen (yoy).
Kedua, dari kinerja sektor perdagangan menurun. Hasil SPE menunjukkan pertumbuhan total penjualan negatif pada triwulan II (April-Mei) 2020, menurun dibanding triwulan 1 2020. Pendaftaraan kendaraan baru (motor dan mobil) juga tumbuh negatif pada triwulan I (April) 2020, menurun dibanding triwulan I 2020.
Ketiga, sektor pertanian diperkirakan masih tumbuh positif. Harga gabah kering giling di tingkat petani tumbuh 11,24 persen (yoy), dan di tingkat penggilingan tumbuh 24,36 persen. Keempat, lapangan usaha konstruksi terkontraksi. Penjulan semen juga tumbuh negatif pada triwulan II (April) 2020, lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya.
Lebih lanjut Trisno menyebutkan terkait inflasi Bali pada Juni 2020 tercatat 0,11 % (mtm) atau 2,18 persen (yoy). Inflasi tahunan Bali tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 1,96 persen (yoy). Berdasarkan disagregasinya, inflasi bulanan disebabkan oleh core inflation. Sementara volatile food dan administered price tercatat mengalami deflasi.*dik

BAGIKAN