BI Harapkan UMKM Bali Terus Berinovasi dan Berkreativitas

Di tengah pandemi Covid-19, berbagai produk dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bali masih diterima luas pasar domestik maupun ekspor.

Denpasar (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi Covid-19, berbagai produk dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bali masih diterima luas pasar domestik maupun ekspor. Terbukti, pada pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2020 seri 2, UMKM binaan dan mitra KPw Bank Indonesia (BI) Bali berjaya sebagai UMKM dengan penjualan tertingi secara nasional.

“Omzet UMKM mitra dan binaan BI Bali pada KKI 2020 hari kedua mencapai kurang lebih Rp 2.054.570.000 yang diperoleh dari penjualan offline dan penjualan online baik di lokal Bali, nasional dan ekspor,” kata Kepala Perwakilan BI Bali, Trisno Nugroho di Renon, Minggu (11/10) kemarin.

Dengan pencapaian tersebut, Trisno berharap perajin maupun pelaku UMKM tetap harus berinovasi, kreatif dan dalam pemasaran menggunakan digital, market place maupun media sosial. UMKM di Bali diharapkan tetap produktif di masa pandemi Covid-19 ini. BI pun akan membantu UMKM dalam bidang pemasaran produk secara offline dan virtual sehingga diharapkan dapat berimbas pada perekonomian Bali.

Menurutnya, KKI dilaksanakan dengan tujuan untuk mensosialisasikan dan mempublikasikan kepada masyarakat peran BI dalam pengembangan UMKM. Selain tentunya memperluas akses pasar domestik maupun ekspor dengan mengenalkan produk UMKM berbasis kain tradisional dan kerajinan kepada calon pembeli (market place) yaitu masyarakat umum dan pihak-pihak yang terhubung dengan pasar ekspor. “Termasuk sebagai katalisator bagi pelaku usaha industri kreatif dalam meningkatkan kualitas produk sesuai trend pasar sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah melalui ekstensifikasi produk kain menjadi pakaian jadi bernilai jual tinggi,” ujarnya.

Diakui, BI di tengah pandemi Covid-19 ini tetap melakukan pendampingan, memfasilitasi UMKM baik pertanian, tenun, kerajinan untuk terus bangkit dari dampak pandemi dengan harapan dapat membangkitkan ekonomi Bali sehingga dapat tercipta Bali yang bahagia dan sejahtera. KKI telah dilaksanakan sejak 2016 dan 2020 ini merupakan tahun ke-5 penyelenggaraan KKI. “Kami harapkan pelaksanaan program ini dapat terus membantu pemulihan ekonomi Bali di masa pandemi ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Tim Pengembangan Ekonomi KPw BI Bali, Leo Ediwijaya menyatakan, secara nasional, berdasarkan rekap data penjualan KKI seri 2 yang sudah diterima total mencapai Rp 3.790.609.605. Itu terbagi untuk penjualan kain mencapai Rp 2.532.763.000, kerajinan Rp 773.513.800 dan mamin Rp 484.332.805.

Kantor BI juga mencatat 5 besar penjualan yaitu Bali Rp 2.054.570.000, Sulawesi Selatan Rp 293.012.000, Jawa Timur Rp 257.455.000, Kediri Rp 114.595.000 dan Sumatera Selatan Rp 104.083.000. “Berdasarkan data KPw BI Bali mencatat penjualan terbanyak sejak KKI 2020 seri 1 pada September dan pada KKI 2020 seri 2,” terangnya.*dik

BAGIKAN