Bertambah, Jumlah Pasar di Tabanan Adopsi E-Retribusi

Jumlah pasar tradisional di Kabupaten Tabanan yang mengadopsi pembayaran dengan sistem e-retribusi bertambah tiga pasar lagi.

Tabanan (bisnisbali.com) –Jumlah pasar tradisional di Kabupaten Tabanan yang mengadopsi pembayaran dengan sistem e-retribusi bertambah tiga pasar lagi. Penambahan tersebut kini membuat jumlah pasar yang sudah mengadopsi sistem pembayaran secara nontunai ini total menjadi tujuh pasar dari 14 pasar tradisional di bawah pengelolaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Kepala Disperindag Kabupaten Tabanan, I Gst. Nyoman Arya Wardana, Senin (24/5) mengungkapkan, saat ini ada penambahan tiga pasar lagi untuk penggunaan sistem e-retribusi, yakni Pasar Marga, Pasar Tabanan, dan Pasar Dauh Pala. Imbuhnya, tiga pasar tersebut sudah dilakukan sosialisasi agar pedagang paham teknis dan tujuan e-retribusi, tapi saat ini masih dalam tahap proses di Bank BPD Bali sebagai penyedia sistem dan penerbit kartu e-retribusi.

“Tiga pasar ini masih tahap menunggu proses. Kalau saja prosesnya sudah selesai dan kartu e-retribusi sudah terbit, maka akan langsung implementasi ke pasar atau langsung dipungut dengan sistem e-retribusi,” tuturnya.

Arya Wardana juga menjelaskan, nanti jika pemungutan di tiga pasar tersebut sudah mulai dilakukan dengan sistem e-retribusi, maka artinya sudah ada tujuh pasar tradisional di Kabupaten Tabanan yang menggunakan sistem e-retribusi. Sebelumnya sudah ada empat pasar yang menggunakan dan sudah di-launching yakni Pasar Kediri, Pasar Candi Kuning, Pasar Sayur Baturiti, dan Pasar Pupuan.

Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Tabanan, Ni Wayan Primayani, menambahkan saat ini perkembangan dari masing-masing empat pasar yang sudah lebih dahulu mengimplementasikan penggunaan e-retribusi terus mengalami pertumbuhan menuju seratus persen. Saat ini untuk pasar Candi Kuning jumlah pedagang yang sudah implementasikan di atas 70 persen, sedangkan di Pasar Kediri dan Pasar Pupuan serta Pasar Sayur Baturiti sudah di atas 50 persen.

“Setiap hari ada penambahan jumlah pedagang yang menggunakan e-retribusi di empat pasar tersebut, karena yang input adalah admin di pasar bersangkutan,” ujarnya.

Di sisi lain akuinya, meski persentase pengguna e-retribusi sudah makin meningkat khususnya di empat pasar tersebut. Tapi itu tidak serta merta bisa mendongkrak pemasukan retribusi sekaligus pendapatan PAD, mengingat saat ini di sejumlah pasar kecenderungan tingkat transaksi mengalami penurunan, sehingga itu berdampak pada jumlah pedagang yang berjualan menurun.

Saat ini kondisi transaksi di pasar memang sepi, terlebih lagi di Pasar Candi Kuning akibat adanya shortcut. Sejak shortcut dibuka, pasar ini jadi sepi pengunjung, karena wisatawan tidak lagi melintas di depan pasar, melainkan memilih ke jalur shortcut. *man

BAGIKAN