Berkebun di Pekarangan Rumah, Ciptakan Kemandirian Pangan di Tengah Pandemi  

Terpukulnya perekonomian akibat pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat mencari berbagai upaya untuk mampu bertahan.

PANEN - Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama sang istri yang juga Ketua TP  PKK Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra saat panen sayuran di kebun pekarangan rumah pada Kamis (3/9).   

Denpasar (bisnisbali.com)-Terpukulnya perekonomian akibat pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat mencari berbagai upaya untuk mampu bertahan. Salah satunya bisa dengan mengubah pekarangan rumah menjadi perkebunan yang memproduksi berbagai sayuran dan buah untuk konsumsi.

Hal tersebut yang ingin digaungkan oleh Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dhramawijaya Mantra. Bersama Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, ia telah melaksanakan penanaman bibit sayuran dan mulai panen perdana program ketahanan pangan pekarangan rumah pada Kamis (3/9). Ada pun beberapa sayuran yang turut dipanen yakni sayur hijau dan pok coy. Selain kedua jenis sayuran tersebut, terdapat pula tomat dan labu.

Wali Kota Rai Mantra menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 saat ini memberikan dampak serius bagi perekonomian dan kesehatan masyarakat. Karenanya, kemandirian pangan penting untuk diciptakan, minimal dalam skala keluarga. “Banyak yang sudah memulai, ada yang dikenal dengan Ketahanan Pangan Karang Alit (Tapakara), sehingga selain meminimalisir biaya, juga kesehatannya terjamin,” ujar Rai Mantra.

Sementara Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra yang juga selaku istri dan Ketua TP PKK Kota Denpasar mengajak seluruh elemen PKK dan masyarakat Kota Denpasar untuk mulai menanam dan menerapkan Ketahanan Pangan Keluarga. Caranya pun sangat sederhana, di mana jika ada lahan yang kosong, dapat langsung dimanfaatkan dan ditanami aneka sayuran. Namun jika tidak, dapat menggunakan pot atau media lainnya.

Selly Mantra mengatakan dengan adanya inovasi seperti ini tentu sangat membantu Pemkot Denpasar dan masyarakat dalam pemenuhan bahan pangan. Kegiatan seperti ini dapat mendorong masyarakat terutama ibu- ibu PKK di Kota Denpasar untuk memanfaatkan lahan yang berada di pekarangan secara maksimal.
“Meskipun tak terlalu luas, berbagai upaya dapat dilaksanakan, baik dengan menanam langsung, menggunakan hidroponik, atau dengan media pot yang hasil panennya begitu luar biasa. Dengan melakukan urban farming atau sistem pertanian perkotaan di rumah masing – masing akan memperkuat ketahanan pangan keluarga,” ujar Selly Mantra.

 Lebih lanjut dikatakan, untuk jenis tanaman sayur hijau dan pok coy dari mulai tanam sampai panen hanya memerlukan waktu 21 hari. Selain itu, perawatanya pun sangat sederhana dengan rutin penyiraman dan pemupukan. *wid

BAGIKAN