Berikan Solusi Kendala PEB 609, ALFI Bali Apresiasi Respons Cepat Ditjen Bea Cukai  

Pebisnis logistik yang tergabung dalam DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Bali mengapresiasi respons cepat Ditjen Bea dan Cukai dalam mencarikan solusi terkait kendala yang mereka dihadapi dalam penerapan ModuL Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) versi 609 .

Denpasar (bisnisbali.com) –Pebisnis logistik yang tergabung dalam DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Bali mengapresiasi respons cepat Ditjen Bea dan Cukai dalam mencarikan solusi terkait kendala yang mereka dihadapi dalam penerapan ModuL Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) versi 609 .

Sekum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonedia (ALFI) Bali, Ni Nyoman Ayu Suastini, S.E.  Sabtu (7/11) menyampaikan ALFI Bali telah menyampaikan keberatan dan memohon penundaan penerapan Peraturan Direktur Jendral Bea dan Cukai PER-07/BC/2020.

Ia menjelaskan dalam modul PEB 609 ada kolom tambahan pemilik barang yang harus dicantumkan nama dan NPWP-nya. Dalam format PEB 609 ini hanya bisa mencatumkan satu nama pemilik barang, sedangkan ekspor dari Bali pemilik barang dalam satu container tersebut berasal lebih dari satu supplier bahkan bisa sampai 25/50 supplier. “Jika Kami mencantumkan salah satu dari pemilik barang tersebut di PEB seperti saran dari dari pihak Bea dan Cukai maka nilai PEB tersebut tidak akan sama dengan nilai barang yang sebenarnya dalam container tersebut,” ucapnya.

Nyoman Ayu Suastini solusi dari permasalahan tersebut telah dibicarakan  dalam pertemuan yang di inisiasi oleh Pihak Bea dan Cukai Ngurah Rai Denpasar Jumat 6 November 2020 melalui  via Zoom.

Pertemuan mulai pukul 17.00 wita sampai denga  pukul 19.30 dihadiri Buddhi Sulistya, Kepala Subdirektorat Export, Direktorat Teknis Kepabeanan Kantor Ditjen Bea dan Cukai Pusat.

Suastini menyampaikan dalam zoom meeting tersebut ALFI Bali menyampaikan kendala penerapan PEB 609 untuk dicarikan solusinya.  Dalam zoom meeting tersebut  disepakati solusi tercepat saat ini yang bisa diberikan  untuk export dari Bali rencananya akan diberikan akses masuk ke kolom 33 yaitu portalnya  Perusahaan Jasa Titipan (Perusahaan PJT). ‘’Di dalam kolom ini kami bisa mencantumkan lebih dari satu pemilik barang,” ucap Ayu Suastini.

ALFI Bali juga telah mengusulkan untuk penyempurnaan modul PEB 609 sudah disetujui dan implementasinya dalam CESA 4.0. inj bisa mencantumkan banyak pemilik barang di dalamnya.  ’’Tetapi proses penyempurnaan ini akan memakan waktu yang cukup lama, diperkirakan sampai tahun depan,” tuturnya.

Ni Nyoman Ayu Suastini menegaskan Patch Modul  Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB ) versi 609 yang sulit diterapkan dalam pengiriman mulai diberlakukan secara nasional pada 4 November 2020.

Penerapan Modul PEB versi baru ini masih menimbulkan kendala dalam melaksanakan ekspor barang khususnya dari Bali. ”Kendala tersebut untuk sementara ini dapat diatasi dengan masuk ke kolom 33 yaitu portalnya  Perusahaan Jasa Titipan,” jelasnya. *kup

BAGIKAN