Beri Kredit ke UMKM, Bank Diminta tidak ”Wait and See”

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mengimbau kepada perbankan di daerah ini makin banyak untuk memberikan kredit ke sektor UMKM dan jangan lagi wait and see.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mengimbau kepada perbankan di daerah ini makin banyak untuk memberikan kredit ke sektor UMKM dan jangan lagi wait and see.

“BI sudah menurunkan suku bunga acuan yang mengarah ke bunga rendah, LTV dan sudah diberikan kemudahan sehingga perbankan harus memberikan kredit ke UKMM agar perekonomian daerah bisa bertumbuh,” kata Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho di sela-sela Pertemuan BI 2019 “Sinergi Transformasi Inovasi Menuju Indonesia Maju,” di Renon, Senin (16/12) kemarin.

Menurutnya, pada 2020 bank harus meningkatkan penyaluran kredit ke UMKM dan pengusaha sehingga pertumbuhan ekonomi Bali dapat tumbuh. Bank sentral mencatat kinerja ekonomi Bali tumbuh kuat pada 2019 kisaran 5,4 persen sampai 5,8 persen. Faktor pendorongnya yaitu konsumsi mengalami peningkatan akibat dari pemilihan umum, stimulus fiskal dan inflasi melandai.

Sementara faktor penahan pertumbuhan pada 2019 karena investasi melambat, wait and see dunia usaha base effect IMF-WB 2018 termasuk akibat ekspor menurun karena kinerja ekonomi negara mitra dagang.

BI memprediksi pada 2020 pertumbuhan ekonomi Bali di kisaran 5,7 sampai 6,1 persen, di mana faktor pendorongnya dipengaruhi oleh peningkatan kapasitas pelabuhan, membaiknya kinerja ekonomi negara mitra dagang hingga penambahan direct flight.

Dari sisi investasi pada kuartal ketiga 2019, kata Trisno, penanaman modal asing menurun -80,95 persen atau Rp0,99 triliun sementara pada kuartal II 2019 kondisi -10 43 persen atau Rp1,74 triliun. Untuk kredit investasi mengalami peningkatan pada triwulan ketiga mencapai 17,92 persen.

Berbicara stabilitas sistem keuangan Bali, kata dia, tetap terjaga. Kredit perbankan mengalami akselerasi, tercatat nasional 6,4 persen sementara Bali pada Oktober 2019 8,25 persen atau mencapai Rp81, 94 triliun.

Kredit UMKM juga teraselerasi, nasional 9,42 persen sedangkan di Bali 7,79 persen year on year atau Rp37,40 triliun. Untuk DPK melambat. Nasional 6,33 persen yoy sedangkan di Bali 7,38 persen yoyatau Rp102,3 triliun.

“Prospek 2020 kredit perbankan akselerasi 9-11 persen dan DPK akselerasi 8-10 persen,” paparnya. *dik

BAGIKAN