Bergantung pada Pariwisata, Pelukis Optimalkan Sistem Daring

Di tengah pandemi Covid-19 ini, pemasaran produk kesenian turut terdampak.

LAYANI - I Ketut Agus Murdika tengah melayani wisatawan yang berkunjung ke gallery miliknya          

Gianyar (bisnisbali.com)-Di tengah pandemi Covid-19 ini, pemasaran produk kesenian turut terdampak. Sebelumnya mereka sebagian besar bergantung pada pariwisata. Mengoptimalkan pemasaran dalam jaringan (daring) menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan, meski hasil yang didapatkan tidak sebesar sebelum pandemi Covid-19.

Salah seorang seniman lukis (pelukis) I Ketut Agus Murdika saat ditemui di kawasan Ubud, Gianyar mengakui, pandemi Covid-19 cukup berpengaruh terhadap pemasaran hasil karyanya, karena sebagian besar kolektor karya seni rupa miliknya adalah wisatawan baik domestik ataupun internasional. “Upaya yang kami lakukan saat ini jelas lebih berat dengan sistem jemput bola dan mengoptimalkan lagi penjualan dengan basis online (daring). Namun omset tetap turun mungkin akibat ekonomi global yang sedang turun. Hampir semua kalangan mengalami keterpurukan bisnis semenjak pendemi ini,” ujarnya.

Saat ini, lebih lanjut dikatakannya, gallery yang dimilikinya tetap buka, namun demikan diakui kunjungan turun drastis sejak pandemi Covid-19. “Sejak penerbangan internasional ditutup, wisatawan yang berkunjung hanya yang memang menetap di Bali dan wisatawan yang tidak bisa kembali ke negaranya. Tentu ini sangat sulit jika hanya mengandalkan kunjungan ke gallery saja,” jelasnya.

Meski sudah berupaya maksimal dan dengan berbagai cara, Agus panggilan akrabnya mengaku tetap mengalami penurunan omset. “Lebih dari 50 persen omset kami turun di tengah pandemi ini,” jelasnya.

Namun demikian, hingga saat ini Agus masih tetap bertahan di dunia seni lukis. Belum ada hal lain yang dilakukan. “Kami berusaha dulu memakai semua peluang yang ada. Dari sistem jemput bola hingga mengoptimalkan di online. Mungkin sudah jiwa disini (dunia seni lukis),” terangnya.

Sebelumnya, kunjungan ke gallery miliknya lebih didominasi oleh wisatawan mancanegara. Sejak pandemi Covid-19 dan mulai dibukanya penerbangan nasional, Agus mengaku kunjungan ke gallery miliknya lebih kepada wisatawan domesti. *wid

BAGIKAN