Berdayakan Petani, Tabanan Genjot Sektor Hilir

Hasil pertanian di Kabupaten Tabanan sering tidak optimal diserap pasar, bahkan harganya yang tak berpihak ke petani sebagai produsen.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya (kiri)

Tabanan (bisnisbali.com) –Hasil pertanian di Kabupaten Tabanan sering tidak optimal diserap pasar, bahkan harganya yang tak berpihak ke petani sebagai produsen.  Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan berambisi fokus menggenjot sektor hilir pertanian salah satunya dengan melibatkan BUMDes di masing-masing desa.

“Kami akan fokus untuk penguatan pertanian di sektor hilir. Saya sudah usulkan kepada bapak Gubernur Bali agar ada ketetapan harga gabah di seluruh Bali karena saat ini Tabanan surplus beras mencapai 100 ton. Selain itu, BUMDes yang ada akan dikuatkan,” tutur Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya,  S.E., M.M. di sela-sela berkantor sekaligus peluncuran Desa Digital di Kantor Desa Delod Peken, Kecamatan  Tabanan, Kamis (8/4) kemarin.

Diterangkannya, semua desa di Kabupaten Tabanan yang mencapai 133 wajib memiliki BUMDes. Sebab, nantinya BUMDes merupakan perpanjangan dari Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Dharma Santhika Kabupaten Tabanan untuk melakukan sinergisitas, sehingga petani yang ada di desa tidak jauh-jauh menjual gabah atau produk usahanya ke Perusda. Mereka (masyarakat) cukup menjual hasil usahanya ke BUMDes yang ada di masing-masing desa. “Kami sedang susun dengan pak Sekda bagaimana menggerakkan sektor pertanian di hilir. Tidak lagi menyasar di hulu dan di tengah,” ujarnya.

Fokus di sektor hilir dilakukan karena ada pertimbangannya. Selama ini pembangunan pertanian dilakukan di hulu dan di tengah dibantu pupuk hingga distribusinya. Upaya tersebut tidak membuat petani bisa menikmati harga jual hasil usaha yang pantas, karena ketika panen mereka dimainkan oleh pengijon, tengkulak dan lainnya. Akibatnya, petani selalu menjadi pihak yang tidak berdaya ketika menghadapi musim panen.

“Sekarang kami fokus di hilir, sehingga ketika panen produk petani terserap dan ada standar harga. Maka petani mendapat kepastian harga dan pasar saat mereka menghadapi musim panen,” pungkas Bupati Sanjaya. *man

BAGIKAN