Beras Tabanan Makin Diminati Hotel di Bali

Beras produksi petani di Kabupaten Tabanan yang disalurkan melalui Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) makin dilirik oleh kalangan usaha hotel di Bali. 

MOU - Penandatangan MoU dengan pihak Accor Hotel Group disaksikan Menteri Perdagangan RI di Sofitel Nusa Dua. 

Tabanan (bisnisbali.com) –Beras produksi petani di Kabupaten Tabanan yang disalurkan melalui Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) makin dilirik oleh kalangan usaha hotel di Bali.  Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang disertai libur panjang, permintaan kalangan usaha hotel dan usaha retail di Bali mengalami lonjakan dibandingkan sebelumnya.

Direktur PDDS Tabanan I Putu Sugi Darmawan, Senin (7/12), mengungkapkan saat ini beras produksi petani Tabanan makin dilirik oleh pasar. Selain diserap oleh sejumlah pasar retail atau toko berjejaring, pemasaran beras Tabanan melalui PDDS makin luas yaitu diserap kalangan usaha hotel di Bali. Terbaru, pihaknya sudah melakukan penandatanganan MoU dengan Accor, group hotel yang membawahi Hotel Iblis,  Hotel Novotel,  Hotel Shopitel dan Hotel Mercure untuk  menuuplai kebutuhan beras di hotel tersebut. “Pascapenandatangan MoU, beberapa hotel tersebut sudah melakukan PO atau order pembelian,” tuturnya.

Di luar MoU tersebut, produksi beras Tabanan juga sudah secara rutin diserap oleh hotel lainnya di Bali. Bahkan, sejumlah hotel yang melakukan PO mencapai 300 kg. Beras yang diminta oleh kalangan hotel ini merupakan beras konvensional premium (beras putih). Mereka (kalangan hotel) ini minta standar beras dengan patahan di bawah 10 persen.

Selain itu, jenis beras yang diminta adalah varietas jenis ciherang atau cigeulis golongan C4. Itu  terpenuhi karena memang sesuai produksi beras petani Tabanan selama ini. ”Astungkara, jenis atau varietas beras yang diminta itu ditanam oleh petani Tabanan selama ini,” jelas Sugi Darmawan.

Ditambahkannya, permintaan beras dari kalangan hotel kemungkinan mengalami peningkatan seiring melonjaknya kunjungan wisatawan ke Bali pada momen Nataru nanti. Potensi lonjakan tersebut bahkan sudah mulai terjadi saat ini. Sebab, beras produksi petani Tabanan yang dipasarkan melalui sejumlah usaha ritel ini sudah mulai meningkat.

“Peningkatan tersebut ditopang dari sejumlah kalangan hotel yang ternyata juga membeli beras di kalangan usaha retail. Jadi, permintaan beras dari kalangan usaha retail ini juga mengalami peningkatan ke PDDS,” pungkasnya.*man

BAGIKAN