Berani Bergerak di Tengah Pandemi

MEMULAI berbisnis di tengah pandemi covid-19 mesti punya keberanian ekstra. Terlebih saat memilih Bali sebagai sasaran pasar yang perekonomian masyarakatnya masih lemah serta sektor pariwisara tidak optimal.

MEMULAI berbisnis di tengah pandemi covid-19 mesti punya keberanian ekstra. Terlebih saat memilih Bali sebagai sasaran pasar yang perekonomian masyarakatnya masih lemah serta sektor pariwisara tidak optimal.

Keberanian dimiliki seorang pemuda, Brian Budi Cahyono, bersama dua rekannya, Tri Mulyaningtyas dan James Jonatha. Pengusaha kedai kopi ini punya semangat tinggi untuk membuka cabang di Bali dengan menyasar wilayah Canggu, Kuta Utara.

Bukan tanpa pertimbangkan dipilihnya Canggu sebagai tempat mengembangkan bisnis kopi yang diberi nama Skena Coffe ini. Canggu dipilih karena aktivitas di sana berangsur-angsur normal. “Kami lihat peluang di Canggu yang aktivitas pariwisatanya pelan-pelan kembali pulih,” ujar Brian, Sabtu (27/3) lalu.

Dia dan kedua sahabatnya, yang sebelum berhasil mengembangkan kedai kopi di Surabaya ini, mengatakan tujuan dikembangkannya kedai kopi di Bali tidak lain untuk mendukung komunitas yang mempunyai hub atau tempat bersua, bercengkerama, dan berkelana. “Jika ada acara, teman–teman komunitas dari Surabaya bisa main ke Bali dan sebaliknya. Di Bali, selain punya kedai kopi, kami juga menyediakan penginapan. Kalau teman–teman mau main, tentu tidak perlu bingung lagi,” tegas Brian.

Tak hanya menjual kopi dan nonkopi, Tri Mulyaningsih menambahhkan bahwa pihaknya juga menjual minuman beralkohol dan menu sarapan. Di samping itu, kopi saset dan biji kopi menjadi menu pilihan yang bisa dibeli melalui marketplace. “Untuk kopi saset, konsepnya minimalis serta dilengkapi cara pembuatannya,” tandasnya. *wid         

BAGIKAN