Beralih ke Organik, Produktivitas Padi Diyakini lebih Menjanjikan  

Dewasa ini, luas lahan pertanian di Bali kian menyempit. Dalam upaya menyiapkan kebutuhan pangan masyarakat, berbagai upaya mulai dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Denpasar (bisnisbali.com) –Dewasa ini, luas lahan pertanian di Bali kian menyempit. Dalam upaya menyiapkan kebutuhan pangan masyarakat, berbagai upaya mulai dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Utamanya padi sebagai bahan pangan pokok masyarakat khususnya di Bali.

Salah seorang petani yang gencar melakukan penerapan pertanian organik, Ir. Ida Bagus Gede Arsana mengatakan, bertani secara organik mampu meningkatkan produktivitas padi. Hal ini dikarenakan kesuburan dan kesehatan tanah sangat mendukung hasil produksi.

Pria lulusan ITB ini mengatakan, tanah yang sehat memiliki kandungan 5 persen unsur hara organik serta dengan PH seimbang yaitu 7-8. Dengan demikian, penggunaan pupuk serta obat-obatan kimia yang banyak terjadi saat ini harus dialihkan untuk meningkatkan produktivitas padi.

“Terbukti sebelum saya kelola lahan di Subak Sangeh, Badung, produksi gabah hanya mencapai 3,5 hingga 4 ton per hektar. Namun setelah penerapan pertanian organik, produksi meningkat mencapai 7,2 hingga 8 ton per hektare,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, hasil panen tersebut masih belum optimal yang diharapkannya, dengan struktur tanah yang terus diperbaiki hingga unsur hara mencapai 5 persen produksi padi optimal yaitu 10 ton per hektar. “Jadi saat ini di Subak Sangeh unsur hara organiknya tanah baru 3,5 persen. Kita akan terus tingkatkan menjadi 5 persen,” terangnya.

Diceritakannya, pertanian organik sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu (sekitar abad ke-6) yang menjadi pola pertanian pada zaman nenek moyang khususnya di Bali. Namun seiring pengenalan pupuk kimia, pertanian mulai beralih. Dikatakannya, penggunaan bahan kimia secara terus-menerus membuat unsur hara tanah menjadi rusak yang berpengaruh terhadap produktivitas.

Penerapan pertanian organik menggunakan bahan-bahan alami dalam prosesnya. Seperti halnya pupuk yang menggunakan kotoran hewan hingga pestisida nabati yang berbahan dedaunan. Demikian pertanian organik ini dikatakannya memperhatikan kesimbangan alam serta menjaga proses rantai makanan. *wid

BAGIKAN