Benih Bening Lobster, Peluang Bisnis Baru Nelayan Tabanan

Ekspor benih-bening lobster (BBL) menjadi potensi bisnis menjanjikan bagi nelayan di Kabupaten Tabanan, pascaterbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 12 Tahun 2020.

PELATIHAN - Nelayan di Tabanan mengikuti pelatihan menggunakan alat tangkap BBL.

Tabanan (bisnisbali.com) –Ekspor benih-bening lobster (BBL) menjadi potensi bisnis menjanjikan bagi nelayan di Kabupaten Tabanan, pascaterbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 12 Tahun 2020. Hal ini mengingat Tabanan memiliki potensi tangkap untuk komoditas lobster sekaligus BBL.

“Kini BBL menjadi peluang baru bagi nelayan di Tabanan, selain melakukan tangkap untuk lobster konsumsi. Bercermin dari itu pula, mudah-mudahan aturan baru dari KKP ini bisa kembali membangkitkan gairah nelayan Tabanan setelah sempat melesu akibat pandemi Covid-19 ini,” tutur Ketua HNSI Tabanan I Ketut Arsana Yasa, Minggu (2/8).

Terkait pemanfaatan potensi baru tersebut, pihaknya bersama dengan Dinas Perikanan dan Keluatan Tabanan serta didukung Koperasi Perikanan di Tabanan (Mina Sejahtera), mendorong nelayan di Tabanan untuk terdaftar sebagai nelayan penangkap BBL di KKP pusat agar menjadi legal, termasuk untuk usaha penangkapan lobster di bawah size 150 gram yang akan dijual dalam kategori bibit.

“Memanfaatkan potensi tersebut, syaratnya nelayan harus legal atau terdaftar sebagai penangkap BBL. Baru setelah itu, kita bermitra atau menjalin kerja sama dengan perusahaan yang sudah pengalaman di bidang ekspor, sehingga nantinya kerja sama ini menjadi kemitraaan yang saling menguntugkan,” ujarnya.

Pria yang juga anggota DPRD Tabanan ini melanjutkan, sembari mendorong legalitas sebagai nelayan penangkap BBL, nelayan di Tabanan diberikan edukasi atau pelatihan terkait cara, maupun penggunaan alat tangkap, hingga perlakuan pascapanen BBL. Di sisi lain, laut Tabanan memiliki populasi BBL hingga miliaran, namun selama ini jumlah tersebut hanya 0,02 persen yang bisa menjadi lobster sedangkan sisanya menjadi santapan dari ikan predator.

Harga BBL terendah sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh pemerintah adalah Rp 5.000 per ekor. Sedangkan saat ini harga di pasaran berada di kisaran Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per ekor. “Jika nelayan menangkap BBL ini mencapai 1.000 ekor saja dalam waktu semalam, maka hasilnya mencapai jutaan rupiah bisa dikantongi,” jelasnya.

Tidak berhenti di situ, potensi bisnis dari BBL ini juga muncul dari penjualan alat tangkap. Kata dia, berbeda dengan alat tangkap lobster yang menggunakan bubu, untuk BBL menggunakan alat tangkap yang menggunakan bahan baku alami berbahan kelapa. “Bercermin dari itu, nantinya ada banyak potensi atau peluang usaha yang bisa dimanfaatkan nelayan Tabanan untuk menopang ekonomi keluarga,” ujarnya. *man

BAGIKAN