Belum Saatnya Stimulus Listrik Dicabut

Terkait rencana pemerintah mencabut stimulus listrik pada Juli mendatang dinilai belum tepat.

TIDAK TEPAT - Rencana pemerintah pusat mencabut stimulus listrik pada Juli dinilai tidak tepat, karema pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi akibat pandemi Covod-19.

Denpasar (bisnisbali.com) – Terkait rencana pemerintah mencabut stimulus listrik pada Juli mendatang dinilai belum tepat. Pasalnya pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi, terutama Bali yang masih di angka 9,85 persen pada triwulan I 2021 akibat pandemi covid-19. Stimulus listrik ini diberikan kepada beberapa golongan pelanggan PLN di tengah pandemi covid-19.

Pengamat Ekonomi Prof. Dr IB Raka Suardana, S.E., M.Si., saat dikonfirmasi, Senin (7/6), mengatakan, jika melihat situasi ekonomi saat ini belumlah tepat jika stimulus yang tujuannya meringankan masyarakat dicabut. Karena menurutnya semua komponen hingga saat ini masih sangat terdampak Covid-19. “Perekonomian masih belum benar-benar pulih. Jika ekonomi sudah menggeliat, tumbuh di atas 3 persen, barulah tepat pencabutan stimulis tersebut,” ungkapnya.

Terlebih, lanjutnya mengatakan sasaran stimulus ini adalah masyarakat kecil. “Jika stimulus dicabut saat ini, akan sangat besar pengaruhnya pada psikologi masyarakat. Mereka (masyarakat) misalnya yang biasanya membayar Rp75.000 per bulan, harus membayar Rp150.000 atau sampai Rp200.000 per bulan itu sangat tidak bagus untuk psikologi mereka,” terangnya.

Masyarakat kecil kata Prof. Raka, masih sangat membutuhkan stimulus listrik ini, terutama di tengah pandemi Covid-19 ini. Apalagi perekonomian Bali yang masih terkontraksi 9,85 persen ini dikatakannya masih sangat dalam. Masyarakat masih merasakan dampak dari pandemi Covid-19, seperti banyaknya kehilangan pekerjaan serta pengangguran yang cukup tinggi.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait pencabutan stimulus listrik, Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Made Arya mengaku, hingga kini belum mendapat informasi resmi terkait hal tersebut dari PLN Pusat. “Sementara kami belum dapat informasi terkait hal tersebut,” ungkapnya sembari mengatakan jumlah pelanggan PLN di Bali yang mendapat stimulus di tengah pandemi Covid-19 yaitu 175.353 pelanggan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan ESDM Bali IB Ardha. Dia mengungkapkan belum mendapatkan informasi resmi terkait akan adanya pencabutan stimulus listrik di tengah pandemi Covid-19. *wid

BAGIKAN