Belum Kantongi IMB, Penghuni Royal Garden Residence Resah

Suasana di Royal Garden Residence, Taman Giri, Br Mumbul, Kelurahan Benoa, Nusa Dua.
Mangupura (Bisnis Bali) – Sejumlah warga penghuni Royal Garden Residence (RGR), Taman Giri, Br Mumbul, Kelurahan Benoa, Nusa Dua, dilanda keresahan internal. Selain ada yang ingin pindah domisili, ada pula yang berusaha menjual rumahnya namun terganjal karena kesulitan untuk mendapatkan bukti kelengkapan surat rumah, seperti surat izin mendirikan bangunan (IMB).

Salah seorang penghuni yang enggan menyebut namanya, menuturkan bahwa rumah yang ditempatinya sudah lunas sejak tiga tahun lalu, tetapi sampai saat ini belum mendapatkan IMB. Padahal di perjanjian awal saat membeli rumah dinyatakan sudah include IMB. Ia pun sudah menanyakan hal ini kepada pihak pengembang, namun selalu dikatakan bahwa berkasnya masih diproses. Ia berharap pengembang beritikad baik memenuhi janjinya untuk segera mengeluarkan IMB. Sejak setahun lalu ia mengaku mulai jarang menempati rumah tersebut dan sedang proses pindah dari RGR. Rencana menjual rumah itu pun mengalami kesulitan karena IMB belum ada.

Hal senada disampaikan penghuni lain yang tinggal di Blok H. Dikatakan, pembayaran rumah seharga Rp2,4 miliar sudah dilunasinya dua tahun lalu. Pihak pengembang selalu menghindar dan mengumbar janji, hingga sampai sekarang ia belum menerima IMB.

Di antara para penghuni perumahan elit tersebut sempat mengadukan permasalahan ini ke pihak pengurus lingkungan setempat. Mereka juga melaporkan keberadaan aktivitas orang asing yang tidak jelas identitasnya yang sering keluar masuk areal perumahan tersebut.

Terkait dengan permasalahan ini, Kepala Lingkungan (Kaling) Mumbul, I Nyoman Astawa menyayangkan sikap pihak pengembang yang tidak kooperatif dengan para penghuni RGR. Setelah mendengar keluhan warga, pihaknya langsung bereaksi dan turun ke lapangan. Ia sempat kaget melihat kondisi di RGR, dan memergoki lalu lalang mobil shuttle yang mengangkut wisatawan asing. Ia belum mengetahui secara detail apakah ada peralihan peruntukan fungsi bangunan perumahan menjadi perhotelan. “Saya sudah mendatangi kantor pengembang perumahan ini untuk minta data dan identitas para penghuninya, namun sampat saat ini saya belum mendapat laporan dan menerima data yang saya perlukan,” kata Astawa, seraya berencana segera berkoordinasi dengan instansi terkait tentang keberadaan sejumlah warga asing di RGR.

Selaku Kaling pihaknya juga sempat mempertanyakan seputar fasilitas umum dan fasilitas sosial yang ada di RGR. “Seharusnya pihak pengembang bisa kooperatif dan selalu berkoordinasi dengan kami terkait data kependudukan di perumahan ini,” harapnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi permasalahan ini, Direktur Pelakaana RGR Hedar Giacoma Boy Syam alias Jhonatan menampik adanya keluhan tersebut. “Semua IMB ada di kantor,” katanya. Pria yang akrab disapa Jack ini, saat dihubungi via ponselnya mengaku, saat ini sedang berada di luar negeri dan akan kembali ke Indonesia pada 4 Januari 2020 mendatang. (•dar)
BAGIKAN