Batalnya Munas Kadin,  Tunda Kebangkitan Ekonomi Bali

Terkait ditundanya Munas Kadin VIII yang rencananya digelar di Bali pada  2-4 Juni 2021 ini sangat disayangkan mengingat momen ini adalah even yang ditunggu-tunggu industri pariwisata di Bali sebelum dibuka untuk border internasional.

BANGUN KEPERCAYAAN - Munas Kadin VIII akan mampu membangun kepercayaan untuk domestik market terkait kesiapan Bali  dikunjungi wisatawan baik domestik maupun internasional.

Denpasar (bisnisbali.com) -Terkait ditundanya Munas Kadin VIII yang rencananya digelar di Bali pada  2-4 Juni 2021 ini sangat disayangkan mengingat momen ini adalah even yang ditunggu-tunggu industri pariwisata di Bali sebelum dibuka untuk border internasional.

“Melalui suksesnya Munas Kadin VIII yang diikuti dunia usaha dari seluruh Indonesia akan mampu membangun kepercayaan (trust) untuk domestik market terkait kesiapan Bali untuk di kunjungi wisatawan baik domestik maupun internasional,” kata Wakil Ketua Kadin Bali Bidang Akomodasi dan Pengembangan Pariwisata, Dr. (C) I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA. di Denpasar, Jumat (4/6) kemarin.

Ramia mengatakan jika benar Munas Kadin VIII pindah ke Kendari tentu ini akan sangat menyakiti masyarakat Bali terutama para pekerja pariwisata yang lagi berjuang untuk memulihkan ekonomi Bali yang terkoreksi paling dalam di kuartal pertama 2021 mencapai -9,85 persen atau terjelek di Indonesia. “Masalah ditunda ke akhir bulan tidak menjadi masalah asalkan tetap dilaksanakan di Bali,” ujar Wakil Ketua PHRI dan BPPD Badung ini.

Ia melihat pemesanan kamar untuk Munas Kadin VIII sudah mencapai hampir 2000 roomnights di kawasan Nusa Dua dan tentu transportasi untuk para peserta juga sudah dipesan jauh-jauh hari sebelumnya. Multifliereffect yang ditimbulkan dengan disellengarakannya Munas Kadin VIII di Bali adalah bangkitnya ekonomi Bali dan bangkitnya pariwisata Indonesia.

Menurutnya, upaya persiapan recovery yang dilaksanakan pemerintah provinsi Bali bekerjasama dengan pemerintah pusat di antaranya melaksanakan vaksin di seluruh kawasan pariwisata yang sudah hampir mencapai 70 persen dengan 2 juta lebih vaksin untuk membentuk herdimmunity. Termasuk menggalakkan penanganan Covid -19 berbasis desa adat yang telah menunjukkan efektifitasnya dengan tingkat kesembuhan mencapai 95,5 persen melampaui standard WHO.

“Dan tingkat kepatuhan masyarakat Bali dalam melaksanakan prokes terutama pemakaian masker mencapai 96 persen, tentu ini merupakan beberapa indikator bahwa Bali sudah siap untuk menjadi tuan rumah Munas Kadin VIII dan dibukanya border internasional di bulan Juli 2021,” jelas Ketua DPD Masata Bali ini. *dik

BAGIKAN