Baru Capai 55 Persen, Tabanan Diharapkan Genjot Vaksinasi

Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., mengharapkan Pemerintah Kabupaten Tabanan bisa menggenjot persentase vaksinasi Covid-19 yang saat ini baru mencapai 55 persen dari 50 ribu dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang dialokasikan oleh Provinsi Bali.

VAKSINASI - Salah satu kegiatan vaksinasi di Wantilan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan belum lama ini.

Tabanan (bisnisbali.com) – Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., mengharapkan Pemerintah Kabupaten Tabanan bisa menggenjot persentase vaksinasi Covid-19 yang saat ini baru mencapai 55 persen dari 50 ribu dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang dialokasikan oleh Provinsi Bali. Upaya tersebut diharapkan bisa mempercepat pemulihan pariwisata di Bali secara umum dan peningkatan pertumbuhan ekonomi dalam triwulan berikutnya.

“Tabanan baru 55 persen, Pak Bupati tolong lebih progresif lagi vaksinasi berbasis banjar. Serentak saja, makin cepat makin baik sehingga kekebalan imunitas kelompok masyarakat terbangun dan Bali lebih cepat jadi zona hijau,” tutur Gubernur Koster di sela-sela membuka Grand Final Lomba Barista Kopi Bali di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Sabtu (22/5).

Selain Tabanan, peningkatan progres capaian vaksinasi Covid-19 ini juga dilakukan untuk Denpasar dan Badung yang capaiannya juga dinilai masih kecil. Sarannya, ikuti gaya yang dilakukan seperti di Gianyar, Karangasem dan Bangli yang persentase vaksinasi Covid-19 sudah cukup tinggi. Apabila kekurangan tenaga, pihaknya akan support dari tenaga relawan untuk melakukan vaksinasi, sehingga vaksin bisa di drop lagi pada 25 Mei nanti.

Di sisi lain papar Koster, saat ini sejumlah daerah yang capaian vaksinasi sudah cukup tinggi di antaranya, Buleleng sudah mencapai 100 persen dari dosis vaksin yang diserahkan atau dialokasikan 50 ribu dosis, lanjut Karangasem juga sudah 100 persen dengan alokasi yang sama bahkan sudah menambah lagi 16 ribu, Gianyar sudah mencapai 89 persen, Bangli 90 persen, Klungkung 88 persen dan Jembrana sudah 68 persen. Lanjut katanya, Per 20 Mei Bali sudah mendapatkan alokasi vaksin mencapai 2.300.000 dosis, dan rencananya akan ditambah lagi 300.000 dosis vaksin.

“Barusan saya terima WA dari Pak Menkes, bahwa Bali akan ditambah lagi 300.000 vaksin. Maka Bali akan total mendapatakan 2.600.000 dosis vaksin nantinya,” ujarnya.

Lanjutnya, bersyukur Bali mendapat prioritas dari Presiden untuk alokasi vaksin dengan porsi yang paling tinggi di Indonesia. Harapannya, agar pariwisata Bali bisa lekas bangkit, kemudian PAD dari pajak hotel dan restoran juga bisa meningkat dalam waktu triwulan berikutnya, sehingga bisa lakukan percepatan pemulihan ekonomi lebih cepat lagi.

“Percepatan vaksinasi akan membuat Bali juga makin cepat menjadi zona hijau, karena itu saat ini jadi penentu kenyamanan pariwisata yang akan ke Bali nantinya,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan Dr. Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, capaian vaksinasi di Tabanan yang dinilai rendah oleh Bapak Gubernur itu terjadi karena terkait momen Idul Fitri lalu. Terangnya, menghormati tenaga Nakes karena kemarin libur hari raya dan itu pun sudah disampaikan kepada Bapak Gubernur.

Sebab menurutnya, capaian vaksinasi ini ada tiga komponen yang harus ada dan tidak boleh timpang. Pertama ada pihak masyarakat yang membutuhkan vaksin, kedua adanya stok vaksin, dan ketiga ada tenaga Nakes. Tapi pihaknya memastikan pada 24 Mei nanti alokasi vaksin yang sudah diberikan sudah ada habis.

“Pak Sekda melapor ke saya, maksimum 24 Mei sudah selesai untuk habiskan 100 persen dari alokasi yang sudah diberikan sehingga Tabanan akan mendapatkan lagi vaksin tambahan,” tandasnya.

Lanjutnya, Bapak Gubernur menyampaikan akan ada tambahan lagi 300 ribu dosis vaksin untuk Bali, mudah-mudahan Tabanan akan mendapatkan lagi dan rencana akan diarahkan vaksinasi dengan berbasiskan banjar. Khususnya, menyasar pada daerah yang berdekatan dengan pasar sekaligus menjadi pusat keramaian dan pusat ekonomi.

“Sekarang ini sejumlah daerah di sekitar pasar sudah dilakukan vaksinasi. Seperti, Delod Peken dan Dajan Peken. Nanti pasar lainnya yang belum seperti Penebel, dan Kediri akan segera menyusul karena itu menjadi pusat keramaian,” tegasnya. *man

BAGIKAN