Baru 44 Persen, Covid-19 Hambat Distribusi Kartu Tani  

Pandemi covid-19 menghambat pendistribusian kartu tani di Tabanan tahun ini.

Tabanan (bisnisbali.com) –Pandemi covid-19 menghambat pendistribusian kartu tani di Tabanan tahun ini. Betapa tidak, dari alokasi 34.293 petani yang memperoleh kartu tani, hingga saat ini baru terdistrubusikan 44 persen atau mencapai 10.615 kartu tani.

“Saat ini baru 44 persen kartu tani yang tersalurkan ke petani. Artinya masih ada 23.678 kartu atau sekitar 56 persen yang belum tersebar,” tutur Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana, Rabu (29/7).

Menurutnya, kartu tani ini merupakan program pemerintah pusat untuk penyaluran pupuk bersubsidi agar tepat sasaran. Selain itu, kartu tani ini fungsinya mirip ATM. Selain dipakai untuk membeli pupuk subsidi, kartu ini juga bisa digunakan petani untuk mengajukan kredit usaha di lembaga perbankan dan keuangan yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Imbuhnya, melalui kartu tani ini, bank bisa memverifikasi data para petani ketika melakukan pengajuan kredit usaha.

“Meski sudah dicanangkan sejak 2019 dan fisik dari kartu tani ini sudah ada, memang pembagian di Tabanan belum 100 persen saat ini,” ujarnya.

Jelas Wiadnyana, salah satu yang menyebabkan belum seratus persennya sebaran kartu tani di Tabanan adalah karena adanya pandemi covid-19. Sebab, katanya, di tengah pandemi ini kegiatan yang memunculkan kerumunan masih belum diperbolehkan, sementara untuk pembagian kartu tani ini ditakutkan justru akan menimbulkan kerumunan. Karenanya, kartu tani belum bisa tersebar 100 persen.

Sambungnya, bercermin dari itu pula, kartu tani belum bisa dimanfaatkan. Kata Wiadnyana, hingga saat ini transaksi dalam hal penyaluran pupuk subsidi kepada petani masih tetap dilakukan secara manual dan juga perbankan sebagai pelaksana juga belum menyediakan mesin ADC ke distributor dan pengecer.

Sementara itu, berdasarkan data dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan, tercatat ada tiga kecamatan yang petaninya belum mendapatkan kartu tani, yakni Kerambitan tercatat ada 2.330 kartu yang belum disalurkan, Kediri ada 4.046 kartu yang belum disalurkan, Marga 3.665 kartu yang belum disalurkan. Sementara untuk tujuh kecamatan lain sudah mendapatkan kartu tani tetapi belum 100 persen. Terdiri atas, Tabanan dari alokasi 3.400 kartu tani yang sudah tersalurkan baru 2.065, Baturiti dari 3.354 kartu tani yang sudah tersalurkan baru 1.821, Penebel dari 6.013 kartu tani yang sudah tersalurkan 2.074, Pupuan dari 4.147 sudah tersalurkan 371, Seltim dari 3.204 kartu sudah tersalurkan 2.831, Selemadeg dari 2.066 kartu baru tersalurkan 935, dan Selbar dari 2068 kartu yang sudah tersalurkan baru 518. *man

BAGIKAN