Bantuan Pertanian Dikhawatirkan Menciut

Tahun ini, bantuan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian untuk pengembangan komoditi pertanian di Kabupaten Tabanan berpotensi mengalami penurunan alias menciut.

BAWANG – Panen bawang di Subak Bengkel, Tabanan, pada musim panen lalu. Kawasan ini adalah yang mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

Tabanan (bisnisbali.com) –Tahun ini, bantuan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian untuk pengembangan komoditi pertanian di Kabupaten Tabanan berpotensi mengalami penurunan alias menciut. Penurunan tersebut lantaran terjadi refocusing anggaran untuk optimalisasi penanganan Covid-19 secara nasional.

Plt. Kabid Tanaman Pangan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I G.N. Ketut Wicahyadi, SP, Selasa (16/2) kemarin, mengungkapkan tahun ini bantuan yang didapat Kabupaten Tabanan untuk pengembangan komoditi pertanian mengalami perubahan. Perubahan tersebut berdampak pada turunnya luasan tanam hingga 40 hingga 50 persen dari alokasi yang direncanakan sebelumnya, bahkan ada sejumlah komoditi yang sudah tertera sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pemerintah pusat berpotensi hilang atau tidak jadi dialokasikan tahun ini. “Kini kami sedang menunggu kepastian untuk luasan yang didapat pascarefocusing dalam bentuk revisi DIPA dari pemerintah pusat,” tuturnya.

Informasi sementara, dampak refocusing anggaran ini akan membuat alokasi bantuan untuk pengembangan kawasan bawang putih yang awalnya dialokasikan mencapai 100 hektar dengan lokasi pengembangan di Kecamatan Penebel yang dirancang tanam Mei-Juni mendatang, akan menurun menjadi 50 hektar. Begitu pula untuk bantuan pengembangan kawasan bawang merah yang awalnya dialokasikan mencapai 50 hektar, kini turun hanya menjadi 30 hektar dengan lokasi pengembangan dilakukan di Kecamatan Kediri yang akan dijadwalkan tanam pada Maret mendatang.

Kemudian, bantuan pengembangan kawasan aneka cabai yang awalnya dirancang mencapai 75 hektar dengan rincian cabai rawit 25 hektar berlokasi tanam di Kecamatan Penebel dan cabai besar mencapai 50 hektar lokasi tanam di Kecamatan Baturiti. Dengan adanya refocusing anggaran, bantuan yang didapat Tabanan hanya untuk pengembangan cabai rawit saja dengan luasan tetap sama.

Di sisi lain, bantuan yang didapat untuk kegiatan pengembang kawasan mawar yang rencananya dikembangkan di Kecamatan Baturiti, kini ternyata setelah refocusing bantuan tersebut dihilangkan. Perubahan luasan tanam ini tentunya juga akan mengubah jumlah penerima bantuan nantinya. Oleh karena itu, setelah revisi DIPA terbit, pihaknya berencana akan kembali melakukan evaluasi untuk calon penerima bantuan.

“Hanya jumlah penerima yang perlu dievaluasi lagi nantinya. Sedangkan untuk lokasi pengembangan kemungkinan tidak akan mengalami perubahan karena itu mengacu pada potensi tanam di daerah tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, pengadaan untuk benih bawang nantinya tidak lagi dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, melainkan dilakukan oleh Dinas Pertanian Provinsi Bali melalui Balai Benih mengacu pada revisi DIPA. Dia berharap revisi DIPA bisa segera turun sehingga tidak mengganggu jadwal tanam di tingkat petani. *man

BAGIKAN