Bank Diminta Sesuaikan Suku Bunga

Sektor perbankan hanyalah salah satu komponen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Denpasar (bisnisbali.com) –Sektor perbankan hanyalah salah satu komponen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Karena itu, suku bunga perbankan tidak mutlak menjadi penentu pertumbuhan ekonomi. “Masih ada faktor-faktor lain seperti kepastian hukum, keamanan, stabilitas politik, keadaan ekonomi global, regional dan faktor-faktor non-ekonomi lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” kata pemerhati ekonomi Nyoman Sender di Renon, Minggu (6/9) kemarin.

Menurutnya, suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 day repo rate (BI 7DRR) yang bertahan 4 persen semestinya bisa mendorong perkembangan ekonomi ke arah yang positif. BI melihat pertumbuhan agak lambat sehingga sebagai penjaga kebijakan moneter, bank sentral mencoba menurunkan suku bunga acuan dengan harapan bank-bank komersial bisa menurunkan suku bunga kredit. Penurunan suku bunga kredit perbankan agar kegiatan sektor riil lebih bergairah.

“Bank mestinya menyesuaikan suku bunga banknya masing-masing. Baik itu suku bunga dana pihak ketiga (DPK) maupun bunga kreditnya,” katanya.

BI 7DRR menjadi 4 persen apakah menguntungkan bagi perbankan? Sender yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Denpasar ini mengatakan, tentu saja bank tetap bisa untung karena spreadnya bisa tetap antara 3 sampai 4 persen dengan asumsi bank-bank komersial harus kerja keras memperbaiki atau mempertahankan agar rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL)-nya tetap terjaga rendah. NPL bank umum agar tetap di bawah ketentuan maksimal yaitu 5 persen. “Jika NPL bank-bank masih tinggi tentu akan sulit bagi bank komersial untuk mendapatkan untung,” ucapnya.

Sender menilai, dengan besaran bunga acuan BI, maka dari sudut pertumbuhan DPK bank mungkin harus kerja keras karena nasabah pemilik dana bisa jadi mencoba alternatif lain untuk menggunakan dananya seperti bermain di valuta asing (valas) atau pasar modal sebagai alternatif investasinya. Sedangkan, dari sudut pertumbuhan kredit, secara teoritis mestinya bank-bank komersial bisa lebih leluasa bergerak karena suku bunga kredit seharusnya juga turun.

“Suku bunga kredit perbankan turun ini yang baik bagi debitur maupun bagi pelaku usaha. Dunia usaha akan bertumbuh,” paparnya.*dik

BAGIKAN