Denpasar (bisnisbali.com) – Pada masa pandemi Covid-19, industri pariwisata dapat dikatakan tidak ada pergerakan. Alhasil 90-95 persen biro perjalanan wisata betul-betul tidak ada kegiatan, tur juga tidak ada.
“Oleh karenanya untuk membangkitkan pariwisata Bali di era normal baru, kami dari asosiasi biro perjalanan wisata memfokuskan ke beberapa hal sebagai bentuk terobosan di tengah pandemi Covid-19,” kata Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nunung Rusmiati di sela-sela Musdalub Asita Bali, Sabtu (14/11).
Fokus yang dilakukan di antaranya mengoptimalkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Selanjutnya kelemahan-kelamahan yang ada seperti akses saat pandemi lebih difokuskan seperti memperbanyak penerbangan atau direct flight ke Bali. Selanjutnya bila perlu mengupayakan adanya carter pesawat.
“Kenapa perlu adanya carter pesawat karena semua ingin datang ke Bali mengingat Pulau Dewata memiliki destinasi baik serta infrastruktur yang juga sudah disiapkan sangat baik,” ujarnya.
Itu selaras dengan kesiapan biro perjalanan wisata jika pariwisata Bali nantinya dibuka untuk kunjungan wisatawan asing pada 1 Desember 2020 mendatang pascaCovid-19. Untuk itu pihaknya berharap pada Ketua Asita Bali yang baru dapat lebih bersinergi dengan pemerintah baik dalam pemulihan pariwisata dan memberikan ide-ide pemasaran ke depannya.
“Bisa tancap gas untuk pariwisata khususnya kembali menggencarkan dan menyiapkan paket wisata menarik wisman sehingga Bali bisa pulih,” imbuhnya.
Dia juga memastikan, biro perjalanan menyiapkan paket wisata tetap mengutamakan protokol Covid-19 yang sangat ketat.
Sementara itu Plt. Ketua Asita Bali, Komang Takuaki Banuartha mengatakan Bali siap protokol kesehatan mengingat daerah ini merupakan barometer pariwisata di Indonesia.
Sebelumnya terkait rencana dibukanya kunjungan wisatawan asing pada 1 Desember 2020 mendatang, ia mengatakan pelaku pariwisata baik itu travel agent telah menyiapkan berbagai keperluan untuk menyambut kedatangan turis asing.
“Tentunya kami di biro perjalanan wisata menunggu pembukaan bandara untuk rute internasional dari/ke Bali yang kabarnya per 1 Desember mendatang,” paparnya.
Travel agent, restoran sudah siap dengan adanya sertifikasi protokol kesehatan.
Sementara itu terkait Musdalub Asita Bali bertujuan untuk memilih ketua dan pengurus Asita. Musdalub mengangkat tema Bersama Asita Bersinergi Bangkitkan Pariwisata di Era Normal Baru Berlandaskan Sat Kerti Loka Bali untuk memajukan pariwisata Bali yang sempat terpuruk karena dampak pandemi Covid-19. *dik

BAGIKAN