Bali Zoo Tawarkan Wahana Padang Tandus Bagaikan di Afrika

Sama seperti tempat wisata lainnya di Pulau Dewata, Bali Zoo juga turut terdampak pandemi Covid-19.

Gianyar (bisnisbali.com) – Sama seperti tempat wisata lainnya di Pulau Dewata, Bali Zoo juga turut terdampak pandemi Covid-19. Namun, Bali Zoo tak berhenti berupaya untuk bangkit. Berbagai upaya dan inovasi dilakukan. Salah satunya, menawarkan pengalaman baru bagi pengunjung yang mulai berani berwisata di tengah situasi sekarang.

Public Relations Executive Bali Zoo, Emma Chandra mengatakan, pada 19 Maret 2020 Bali Zoo sempat tutup kurang lebih 3,5 bulan. Bali Zoo kemudian mulai kembali beroperasi pada 11 Juli 2020, setelah mengantongi sertifikat aman dari pemerintah. Namun hal itu tentu saja tidak serta merta memulihkan kondisi destinasi wisata yang berlokasi di Desa Singapadu, Gianyar, tersebut.

“Sebelum pandemi kita pada hari biasa di luar hari libur dan akhir pekan dikunjungi sekitar 3.000 orang per hari yang sebagian besar adalah turis mancanegara. Tak heran, ketika pembatasan wilayah diberlakukan dan turis-turis asing belum diizinkan untuk kembali memasuki pulau Bali, jumlah pengunjung akhirnya terjun bebas. Setelah pandemi kita ada 300 pengunjung per hari. Sangat jauh sekali penurunannya dari sebelum pandemi ini melanda negeri ini,” katanya.

Dijelaskannya lebih lanjut, Bali Zoo melihat ada motivasi masyarakat untuk mulai mencari hiburan terdekat setelah berbulan-bulan mendekam di dalam rumah demi mencegah penyebaran virus corona. Maka dari itu, Bali Zoo memberikan harga tiket promosi yang lebih terjangkau. Pada akhir pekan, pengunjung dewasa dikenakan biaya Rp 95.000 dan Rp 75.000 untuk hari biasa. Anak-anak dikenakan biaya tiket sebesar Rp 75.000 pada akhir pekan dan Rp 55.000 pada hari biasa. “Yang terbaru kita juga membuat promo  untuk pelajar. Cukup bayar Rp 100 ribu dan menunjukkan kartu pelajar untuk berdua sudah bisa menikmati dan jalan-jalan di area kawasan Bali Zoo,” ujarnya.

Tentu saja penerapan protokol kesehatan (prokes) menjadi bagian penting menjaga kepercayaan wisatawan. Beberapa wastafel disediakan. Pengunjung juga harus melewati petugas yang bakal memeriksa suhu tubuh. Bahkan, di beberapa tempat Bali Zoo menempatkan audio untuk mengingatkan para pengunjung supaya  tetap menjaga jarak, selalu mencuci tangan dan memakai masker. “Kami menerapkan protokol kesehatan untuk memastikan bahwa di sini aman dan teman-teman bisa berlibur aman dan menyenangkan,” ujar Emma.

Menariknya, Bali Zoo di masa pandemi ini juga me-launcing wahana baru yang bernama Savana. Di wahana baru ini pengunjung bisa merasakan suasana Afrika. Padang tandus dan bebatuan menjadi habitat dari satwa yang memang didatangkan langsung dari benua tersebut, termasuk burung unta. “Nanti akan datang lagi satwa seperti, ada jerapah, zebra, rhino dan flamingo. Supaya masyarakat, pengunjung yang datang tidak akan pernah bosan karena kita selalu ada inovasi-inovasi baru di tengah pandemi,” jelasnya. *suk

BAGIKAN